PIFAF 2017

Sabtu, 19 Maret 2016

siklus+penularan+penyakit+antraks
POLEWALITERKINI.COM – Jumlah hewan ternak mati mendadak di Polewali Mandar, Sulawesi Barat terus bertambah. Kali ini, dua ekor kambing dan dua ekor sapi  milik warga di Dusun Gattungan, Desa Gattungan, Kecamatan Campalagian ditemukan mati.
“Ada dua ekor disini pak yang tiba-tiba mati, termasuk kambing saya pak” tutur Kaco, salah seorang peternak di Dusun Gattungan. Sabtu (18/03/2016).
Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang  Peternakan Distannak Kabupaten Polman, Kaharuddin mengatakan, hingga saat ini sudah ada empat ekor ternak milik warga yang positif Antrhaks. Masing-masing dua ekor sapi dan dua ekor kambing.
“Dari hasil uji laboratorium, menunjukkan hasilnya positif terjangkit virus Antrhaks,” jelasnya. Pihaknya sudah meminta warga untuk membakar bangkai kambing tersebut guna menghindari penyebaran penyakit.,”ujarnya.
Sementara sejumlah ternak lainnya langsung disuntik vaksin oleh petugas. Selain melakukan vaksinasi dan penyemprotan kandang, petugas dari Dinas Peternakan dan Pertanian Polewali Mandar juga mendirikan posko darurat antisipasi penyebaran antraks di Desa Gattungan. Sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi warga terjangkit Antraks.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan mendirikan posko di Desa Gattungan selama sebulan,” pungkas Kaharuddin.
Drh.Sinaniah Bagenda menambahkan, karna sudah ada 4  ekor hewan yang positif terjangkit antraks di Polman maka dari itu pihaknya bersama petugas kesehatan hewan dan dinas peternakan mengambil langkah antifasi penyebaran.
Pihak kesehatan hewan sementara waktu tak mengijinkan hewan yang ada di Polman keluar sebelum ada pemberitahuan dari dokter kesehatan hewan, selain itu belum ada batas waktu yang diberikan untuk keluar daerah, takutnya ada hewan yang belum divaksin keluar dari wilayah itu.
"untuk sementara waktu tidak mengijinkan hewan yang ada di Polman untuk keluar daerah sampai batas waktu yang telah ditentukan karna kami akan mengecek semua hewan yang ada di beberapa kandang peternakan milik warga dan memastikan hewan tersebut tidak terjangkit virus antraks." Katanya.
Dia tambahkan, dihimbau kepada masyarakat apabila ada hewan yang mempunyai gejala seperti itu yakni, hewan tiba-tiba mati, nafsu makan berkuran, pada hewan dan keluar darah dari mulut, serta BABnya tidak lancar tolong dilaporkan secepatnya karna bisa jadi itu merupakan indikasi  bakteri penyakit antraks.

Laporan  :  Erwin Setiawan
Editor       :  Sukriwandi