PIFAF 2017

Jumat, 18 Maret 2016

Diduga Korban KDRT di Tumpiling
POLEWALITERKINI.COMNegara melarang siapapun melakukan kekerasan, baru ini kembali lagi terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pemicunya hanya karena ditegur istrinya pulang malam hinga berujung pada kekerasan. Jumat (18/03/2016).

Menurut data Kepolisian setempat, korban kdugaan KDRT mendatangi Polsek Wonomulyo, Polres Polman, sekira jam 14.30 wita melaporkan suaminya melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut data Kepolisian, pelapor inisial Hsw (32), URT, tinggal di Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melaporkan KDRT yang dilakukan oleh suaminya sendiri inisial Sym (37), petani, tinggal di Desa Tumpuling dan Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

Dimana pada Kamis, 17 maret 2016 sekitar jam 23.30 wita, bermula pelaku pulang kerumah di Desa Tumpiling dan ditegur istrinya karena sering pulang malam, tetapi pada saat itu pelaku tidak terima dengan teguran tersebut lalu pelaku marah.

Tak hanya itu, selanjutnya melakukan pemukulan kepada korban dengan cara meninju korban pada bagian muka sebanyak dua kali, akibat penganiayaan itu korban mengalami luka memar & bengkak pada bagian dahi & bagian mata sebelah kiri.

Pihak Kepolisian setempat, langsung melakukan pendalaman dan menindaklanjuti laporan korban untuk melakukan penyelidikan dan mencari kebenaran terkait uraian pelapor dihadapan polisi.

Hingga berita ini diterbitkan, polewaliterkini.com belum berhasil memintai keterangan pejabata setempat terkait kelanjutan kasus ini. Seperti biasanya kasus KDRT yang dilaporkan di Polisi diupayakan dilakukan perdamaian agar keduanya, baik pelapor maupun terlapor memahami posisinya dan tidak melakukan kekerasan.(*****)

PolewaliTerkini.Net