PIFAF 2017

Sabtu, 26 Maret 2016

Kampus IAI DDI Polewali Mandar
Pasca Demo Anarkis Ruang Kerja Rektor
Belum di Rapikan
POLEWALITERKINI.COM - Hari ke 3 pasca Demo anarkis yang dilakukan Mahasiswa Intitut Agama Islam (IAI) DDI Polewali Mandar. Kamis (24/03/2016), pihak Kepolisian Resort Polman masih melakukan penjagaan di area Kampus.
Menurut data yang dihimpun polewaliterkini.com, aparat Kepolisian masih tetap siaga menyusul adanya isu aksi demo susulan bakal digelar di kampus yang dipimpin Dr H. Anwar Sewang S.Ag M.Ag.
Dekan Fakultas Tarbiah IAI DDI Polewali Mandar. Doktor Basri Mahmud S Th,i M.Th.i ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, disesalkan Aksi unjuk rasa yang dilakukan Mahasiswa berujung anarkis dengan pengrusakan.
Akibatnya, aparat Kepolisian menahan 15 Mahasiswa aktif dan 3 Alumni, penahanan ini tentu akan berdampak buruk bagi Mahasiswa dan alumni, pasalnya mereka tercatat dalam Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dikemudian hari, ungkapnya.
Dia katakan, kampus ini memiliki 12 dosen berperedikat Doktor dan 75 lainnya S2 serata sejumlah kandidat Doktor serta sejumlah Staf S1 yang sementara menyelesaikan S2-nya.
Seluruh tenaga dosen tidak pernah mengajarkan mereka melakukan hal yang bisa menggilas dirinya sendiri, bahkan sebaliknya mengarahkan bagaimana mereka menjadi pemilik masa depan negara tercinta ini.
"cinta tanah air sebagian dari iman dan ini Ibadah bila selalu diikuti pemimpin (Imam), karena tidak ada imam itu mengajak kita kejuran, tetapi selalu kebaikan." Kata Dr Basri Mahmud.
Terpisah Kanit Reskrim Polsek Polewali. Bripka Susanto mengatakan, sudah tiga hari bersama Kapolsek Polewali AKP Paulus Patibang melakukan pengamanan kampus IAI DDI pasca demo anarkis Mahasiswa.
"kami tidak menghedaki adanya aksi susulan yang berujung anarkis dan ini tugas kami sebagai Polisi tetap berharap kampus kondusif." Kata Susanto.
Pihak Kepolisian terus melakukan pemantauan dan mengawasi perkembangan dan pergerakan Mahasiswa, selain itu terus berkomunikasi kepada pihak kampus untuk meredam aksi susulan

Laporan  :  Burhanuddin Haruna

Editor     :  Sukriwandi