PIFAF 2017

Kamis, 24 Maret 2016

Kepala Desa Rappang. Mustafa 
POLEWALITERKINI.COM - Sekitar 300 hektar sawah tadah hujan di Desa Rappang, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dambakan pengairan tekhnis sawah tadah hujan.
Seperti sebelumnya kebutuhan air untuk ratusan hektar sawah tadah hujan di daerah itu disuplay dari bendungan Lakejo,namun karena kondisi air bendungan tak lagi mencukupi terutama pada musim tanam rendengan, terlebih pada musim tanam gaduh air sangat kurang dan petani beralih menanam palawija.
Demikian diungkapkan Kepala Desa Rappang. Mustafa saat ditemui wartawan. "petani kami di sini tidak sama ditempat lain, bisa menghasilkan perhektar sampai 7 ton, sudah syukur kalau bisa 4-5 ton ini dimusim rendengan banyak hujan."
Bahkan pada musim gaduh terjadi kekeringan karena kemarau, kondisi itu sebagian lahan tidur, begitu juga sawah tadah hujan hanya mengharap air dari langit, dan pada musim kemarau sawah ini tidak berproduksi, kata Mustafa.
Selain butuh pengairan tekhnis, juga petani membutuhkan embun atau bak penampung air hujan, karena ketika kemarau, para petani yang berpalawija bisa mendapat air dari embun.
Selain kebutuhan palawija yang sumber airnya dari embun, juga kebutuhan minum ratusan ternak warga yang digemabala setiap hari terpenuhi di desa Rappang, ungkap Mustafa.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna
Editor       :  Sukriwandi