PIFAF 2017

Selasa, 19 April 2016

Jamal, Korban Pemarangan di Luyo
Kasat Reskrim Bersama Anggota Lakukan Olah TKP
Suasana di Ruangan Mayat RSUD Polman
POLEWALITERKINI.COM – Dugaan dilatar belakangi persoalan Keluarga, hingga berbuntut pada pemarangan terhadap. JAMAL (70), warga Kampung Jati, Dusun Lamimisan, Desa Baru, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Rabu, 20 April 2016, yang berakibat korban meninggal ditempat dengan luka tebasan parang.  

Anggota BPD Desa Baru, MUHAMMADING (37) mengatakan, Korban JAMAL selepas sholat subuh, sekira jam 5.30 wita dengan berjalan kaki menuju kandang sapi miliknya yang ditempuh sekira 30 Menit, di Daerah Bunging-bunging, Desa Luyo, Kecamatan Luyo, namun tiba-tiba mendapat kabar bahwa JAMAL ditemukan tewas di Paropo, Dusun Pangesoran, Desa Gattungan, Kecamatan Campalagian, Polman.

Berdasarkan informasi korban ditemukan masyarakat setempat sekitar pukul 6 pagi, saat itu setelah mendapatkan informasi langsung menghubungi pihak Krepolisian dan sebelum mayat dibawah kerumah sakit untuk Autopsi, polisi terlebih dahulu melakukan olah TKP.

Darwis Pelaku Pembunuhan
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Polkam. AKP Jeifson Sitorus, S.H mengatakan, Pelaku sementara diduga dilakukan 1 orang yakni, Darwis (32), juga adalah tetangga korban, setelah pelaku melakukan pembunuhan bercerita kepada omnya dan berencana lari, namun omnya memberikan informasi kepada pihak kepolisian sehingga secepatnya dilakukan penangkapan.

Motiv sementara Polisi menduga sebelumnya dilatar belakangi masalah keluarga (Anak korban dan Istrinya), dan diduga pelaku DARWIS ikut mencampuri sehingga menimbulkan gesekan, namun pelaku melerai. Akibatnya korban sering mengeluarkan pernyataan bahwa "APA SEBENARNYA MAUMU" dugaan ini berdasarkan keterangan pelaku kepada Polisi.

Bahkan pelaku Darwis (32), juga adalah tetangga korban, Pelaku berada di rumah keluarganya di Dusun Kottar, Desa Mambu, Kecamatan. Mapilli, Kabupaten Polman. Pihak Kepolisian yang mengetahui keberadaannya dipimpin Kanit IV Aiptu Haspar, S.H menjemput pelaku dan mengamankan BB berupa Sebilah Parang Panjang.

Menurut keterangan Pelaku (DARWIS), awal permasalahaan bermula beberapa bulan yang lalu korban bertengkar dengan UPPI (anak kandungnya) dan dilerai oleh pelaku, sehingga korban merasa tersinggung atas kejadin tersebut dan sejak saat itu setiap korban bertemu dengan pelaku, korban selalu mengeluarkan kalimat " apa akkattamu (apa maumu)."

Meski demikian kata Pelaku, namun tak pernah menanggapinya dan pada hari kejadian pelaku dan korban bertemu di TKP dan pelaku kembali mengeluarka kata2 "apa akkattamu (apa maumu)" sambil memegang parang berada dipingganya.

Akhirnya kata pelaku, mendahului korban dengan menebas leher sebelah kiri korban, leher depan korban, dada kanan, di bagian punggung. saat ini pelaku dan BB telah diamankan dan disita di mapolres Polman untuk proses hukum lebih lanjut.

Jeifson Sitorus Tambahkan, Untuk menghindari permasalahan ini berbuntut panjang, pihak Kepolisian sudah menurunkan personil di rumah duka, sementara korban masih berada diruangan mayat RSUD Polewali Mandar.

Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net