PIFAF 2017

Senin, 11 April 2016

11 Pemuda Diduga Konsumsi Bojek
1 Diantaranya Membawa Sajam
Remaja Ini Diduga Konsumsi Komix
Honorer di Kantor DPRD Polman
POLEWALITERKINI.COM - Satuan Narkoba Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengamankan 11 orang 2 diantaranya wanita, diduga mengkonsumsi obat keras Bojek dan Komix. Senin (11/04/2016).
Selain itu satu pelaku juga membawa badik (Sajam), saat polisi melakukan penggeledahan, bahkan didalam lemari di Tempat Kejadian Perkara (TKP), peugas Narkoba menemukan alat hisap shabu seperti pires dan lainnya.
Dari 11 pelaku diduga bojek atau obat daftar keras ini didapatkan dari salah pengawai Honorer yang baru setahun bekerja di DPRD Polman. Mustari (22), asal Rea Barat, ditenggarai dia menjual barang haraml iru pada teman-temannya seharga Rp. 10.000 per bungkus isi butir.
Penangkapan dilakukan sekira jam, 7.30 wita di Lingkungan Perumtel, Kelurahan Madatte, mereka tak berkutik saat dilakukan penyergapan oleh satuan polisi Narkoba Polewali Mandar.
Para pelaku yang ditangkap polisi yakni, Syamsul (21), buruh bangunan, Manding, Mohar (19), pekerjaan rangka baja, Desa Poda, Tutar. Muh. Safaruddin (20), pekerjaan Rangka Baja, Manding.
Berikutnya, Karno (21), Kuli Bangunan, Patoke. Suriadi (23), Supir Alat Berat, Basseang. Asman (1998), SMK Ma'arif, Manding. Arham (20), Desa Katumbangan, Campalagian. Desy, Rifai (23), Wiraswasta, Manding dan Istrinya Agustina (22) yang  membawa anak 3 tahun lebih.
Kanit Narkoba Polres Polman. Bripka Ibrahim, S.H mengatakan, kurang lebih selepas magrib pukul 19.00 wita, petugas mendapat informasi dari warga setempat bahwa salah satu rumah kontrakan dibelakang IAI DDI Polman, sering digunakan para pelaku narkoba jenis shabu.
Berdasarkan informasi itu, pihak Kepolisian Narkoba melakukan pengecekan secara langsung di TKP, hasilnya, setelah petugas berhasil masuk di rumah kontrakan ditemukan beberapa orang pemuda didalam rumah 2 diantaranya perempuan.
Dalam pengeledahan polisi, ditemukan alat hisap shabu-shabu, seperti pires, pipet di dalam sebuah lemari. Polisi tak mau diam, setelah itu kecurigaan berlanjut dan melakukan penggeledahan badan kepada semua penghuni rumah.
Ternyata penggeledahan polisi membuahkan hasil, ditemukan ditiap kantong pakaian obat daftar G yang tidak bebas beredar bebas, istilah sekarang pil Bojek. Berdasarkan keterangan dari beberapa orang, ternyata Bojek ini dapat dari Mustari (22), yang bekerja sebagai Honorer di Kantor DPRD Polman dengan harga Rp. 10.000 per bungkus.
"Jadi memang Polisi menemukan sejumlah bungkusan Bojek dikantong pakaian Mustari, kira-kira lebih 5 Bungkus."Kata Kanit Narkoba. Bripka Ibrahim, S.H.
Dia lanjutkan bahwa peran ibu Agustina (22), berdasarkan informasi dari beberapa temannya, bahwa pires yang ditemukan di Lemari diambil ditempat lain dan sebagian bojek yang disita diduga dia yang membeli.
Dia tambahkan, bahwa dari 11 orang ini tidak semua ditahan, untuk kasus Bojek proses hukumnya dilanjutkan bagi pengedarnya, sementara yang mengantongi bojek dan yang mengkonsumsi Komix akan dibuatkan pernyataan dan wajib lapor kesatuan Narkoba.
Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net