PIFAF 2017

Minggu, 24 April 2016

Aco Bokir Tak Pakai Kostum, dan Kadus Rumpa Sudirman
POLEWALITERKINI.COM – Satuan Narkoba Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kembali berhasil bekuk pelaku dugaan penyalagunaan Narkoba jenis Shabu yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Minggu, 24 April 2016 sekitar pukul 01.00 wita.

Anggota Satuan Narkoba Polres Polman, seperti tim pemburu uka-uka pada malam dan dinihari setelah mendapatkan informasi, Bahwa Aco Alias Aco Bokir (40) sudah kembali dari pelariannya yang sebelumnya diburu polisi karena kasus Narkoba.

Aco alias Aco Bokir (40), pekerjaan wiraswasta dan beralamat di Ca, Bulung, Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, sebelumnya di obok-obok polisi di Tempat Kerjadian Perkara (TKP), Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Polman.

Saaat Polisi Satuan Narkoba Polres Polman melakukan penangkapan ditemukan Barang Bukti (BB) 1 Plastik kecil yang masih berisikan narkotik, 1 buah sendok plastik dan 200 plastik citek yangg digunakan membungkus narkotika jenis shabu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun polewaliterkini.com pada pihak Kepolisian setempat, pada saat dilakukan penangkapan terhadap Aco Bokir. Sudirman (47), Kepala Dusun Rumpa, Kecamatan Mapilli, Polman, menghalang-halangi petugas Kepolisian dalam proses penangkapan.

Bahkan Sudirman juga berhasil memprovoksi dan memanggil warga untuk berkumpul dan melakukan perlawanan dengan menghalang-halangi anggota Satuan Narkoba Polres Polman saat dilakukan penangkapan, beruntung masyarakat yang berkumpul memahami apa yang dilakukan aparat.

Dari hasil interogasi polisi, Aco Alias Aco Bokir mengaku bahwa dirinya selama Buron bersembunyi di Kabupaten Mamuju selama 6 bulan, dan baru seminggu kembali ke Polman, karena dihubungi via Handphone oleh Kepala Dusun Rumpa, Sudirman bahwa, “Pulangmi sekarang karena sudah aman, tidak dicari mako lagi sama polisi.”

Aco Bokir saat ini berada diruangan tahanan Polres Polman, sementara Kepala Dusun Rumpa, Sudirman juga ikut dijebloskan masuk kedalam tahanan atas sangkaan Pasal 138 Tentang Narkotika, menghalang-halangi atau mempersulit penyidik dalam proses peyelidikan dan penyidikan.

Laporan  :  Sukriwandi