PIFAF 2017

Senin, 25 April 2016

POLEWALITERKINI.COM - Tak semua mahasiswa mampu mandiri di negeri rantau. Kebanyakan di antaranya masih menggantungkan nasibnya, baik pada orangtua, saudara, ataupun pada sanak-familinya. Fenomena yang menggejala ini memang menjadi keniscayaan yang sukar terhindarkan, apalagi bagi mereka yang menempuh pendidikan di negeri rantau seperti di Yogyakarta.

Adalah kesyukuran tersendiri bagi kita, terutama bagi mahasiswa Sulawesi Barat yang menempuh pendidikan di Yogyakarta, karena punya satu sosok mahasiswa yang rela mengabdikan dirinya untuk sesama. Meski motifnya adalah bisnis, tetapi niatnya tak lain membantu mereka yang benar-benar membutuhkan hal-hal seperti transportasi dan pelayanan umum. Dan dalam hal ini, ia layak menyandang status sebagai mahasiswa inspiratif. Ia menginspirasi bagaimana harusnya mahasiswa hidup mandiri di negeri rantau.

Menentukan Nasib Sendiri:

Bernama lengkap Natas Djasmadi. Lahir dari keluarga sederhana pada tanggal 29 September 1992. Bapaknya bernama Abdul Zamad, dan ibunya Suryani. Ia anak kedua dari empat bersaudara.

Kini, pemuda yang akrab disapa Natas DJ ini, menapaki jejaknya sebagai mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Pendidikan, yakni STMIK Akakom Yogyakarta jurusan Tehnik Informatika. Sebelumnya, ia sempat menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) jurusan Ekonomi Syariah. Tetapi nasib berkata lain, hingga akhirnya “menetap” di negeri rantau jauh dari tanah kelahirannya yang dikagumi dan dicintainya itu.

Sebagai seorang mahasiswa asal Polewali Mandar Sulawesi Barat, Natas DJ punya daya inspirasi yang itu pantas diikuti rekan sejawatnya. Bahwa di samping sibuk mengejar title kesarjanannya, masa depannya pun mulai ia bangun melalui usaha mandiri yang ia lahirkan dari kerja kerasnya. Karena itulah, bagi penulis sendiri, ia layak menjadi mahasiswa inspiratif yang harus ditiru dan diteladani.

Ya, tak mau menggantungkan nasib pada orang lain adalah sikap yang sepenuhnya berjiwa manusiawi. Dan saya kira, sikap inilah yang pantas dipegang teguh, apalagi bagi mereka yang menempuh pendidikan jauh dari tanah kelahiran, tanah kampung halaman. Bahwa nasib seseorang terletak pada diri seseorang tersebut. Itulah yang banyak diajarkan dari diri seorang Natas DJ yang memang juga ada dalam khazanah keislaman.

Mandiri di Negeri Rantau:

Sebagai mahasiswa mandiri, saya ingat betul bagaimana Natas DJ memulai usahanya dari sekadar melayani tiket kecil-kecilan bagi mereka yang hendak bepergian dari Makassar ke Yogyakarta. Sebelumnya, ia hanya mematok tiket dari situs pelayanan online yang sudah tenar di dunia maya, seperti Traveloka, Tiket.com, dan lain sebagainya. Tetapi lambat laun, berkat semangat dan giatnya usaha yang dilokoninya demi hidup yang diidamkannya (mandiri dalam berproses), Natas DJ mampu membuka jasa reservasi tiket sendiri dengan nama “Natas Tour and Travel”.

Sampai hari ini, jasa reservasi tiket yang baru berjalan seumur jagung besutan Natas DJ ini, mampu mengambil omset sampai kisaran 20 juta dalam sebulannya. Omset tersebut tersebar dalam berbagai layanan yang disuguhkannya, seperti tiket penerbangan pesawat, kereta api, hotel, Payment Point online Bank (PPOB), dan pelayanan guide untuk para wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung, khususnya di Yogyakarta.

Seperti dapat kita rasakan, keunggulan Natas Tour and Travel salah satunya adalah terletak pada pelayanannya yang baik (a good service) lagi berkualitas. Di samping itu, pelayanannya juga terkesan merakyat. Acapkali Natas Tour and Travel memberi dispensasi waktu bagi mereka yang butuh bepergian tapi belum punya modal untuk aktifitas itu. Begitulah kesan yang ia hadirkan, terutama bagi kalangan mahasiswa asal Sulawesi Barat yang menempuh pendidikan di Yogyakarta ini.

Mencontoh Natas DJ, memang tak berarti harus mengikuti jejaknya sebagai mahasiswa sekaligus pengusaha di negeri rantau. Tetapi kemandiriannya sebagai mahasiswa, giatnya ia dalam berusaha mencapai cita-citanya, adalah hal yang patut kita jadikan sebagai inspirasi dalam kehidupan. Paling tidak, Natas DJ mengajarkan kita bagaimana layaknya seorang manusia itu menentukan nasib dari jerih payahnya sendiri.

Seperti Pram, bahagialah mereka yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri. Begitulah yang juga dapat kita rasakan dari kesan yang ditampilkan seorang mahasiswa inpiratif bernama Natas Djasmadi ini. Semoga kita dan yang lain pun bersuka dan maju karena usaha kita sendiri, tak sekadar menjadi benalu bagi orang lain.

Penulis : Maman Suratman
Mahasiswa Filsafat UIN Yogyakarta
Hp. 081242525897


PolewaliTerkini.Net