PIFAF 2017

Jumat, 15 April 2016

Ilustrasi
POLEWALITERKINI.COM - Dari 5 tingkatan lahan kritis di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berdasarkan data 2013 luasannya mencapai 207.015 Ha.
Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Polman, melalui Kabid Perlindungan dan RHL. Nenny Tandi Ra'pak , S.Hut, M.Si mengatakan, ada 5 tingkatan lahan kritis, yakni sangat kritis, Ktitis, agak kritis, potensial kritis dan tidak kritis, akumulasi ini mencapai 207.015 Ha.
Untuk luasan sangat kritis berada di Kecamatan Bulo, dengan luas sekira 28 Ha, kemudian Mapilli sekitar luasan 263 Ha, sementara areal kritis hampir merata diseluruh kecamatan ada, kecuali Tinambung.
Penyebab lahan kritis ini salah satunya adalah kesalahan manusia, seperti perambahan untuk ladang berpindah-pindah, illegal loging, selain itu diakibatkan oleh bencana alam seperti kebakaran hutan dan longsor.
Langkah pemerintah melakukan penghijauan sudah dilakukan untuk memperkecil areal lahan kritis sejak 2013 hingga 2016, namun belum mampu mengatasi lahan kritis yang ada di Polewali Mandar.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, hingga saat ini terus mengupayakan mengusulkan bantuan kepada pihak Kementerian untuk mengatasi lahan kritis yang belum tertangani. Kata Nenny, bantuan bibit kepada para petani selama ini tidak termanfaatkan dengan baik.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun Polman). Abdul Salam mengatakan, lahan kritis ini terus menjadi prioritas untuk mendapatkan penanganan, hanya saja dalam tahun ini Dishutbun sudah tidak lagi menangani masalah hutan.
Seluruh tekhnis diambil alih oleh pemerintah Provinsi, dan di Polman akan dibuat Unit Kerja yang akan mengawasi secara langsung terkait hutan di wilayah Polewali Mandar.

Laporan. :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net