PIFAF 2017

Kamis, 07 April 2016

POLEWALITERKINI.COM - Sidrap - Kepolisian Resort (Polres) Pinrang menggrebek kediaman oknum Polres Sidrap Brigpol Supardi. Alhasil, penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolres Pinrang AKBP Andri Irniada ditemukan narkoba jenis sabu seberat 3,4 kilogram, Kamis 7/4/2016.

Anggota polisi yang sedang pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Makassar itu tak berkutik. Sabu sebanyak 8 bal dengan berat 400 gram yang disimpan di lemari dalam kamar tersangka.

Kapolres Pinrang, AKBP Andri Irniada mengatakan, selain sabu seberat 400 gram, anggotanya juga berhasil menemukan sabu seberat 3 kilo gram yang disembunyikan didalam sebuah gudang beras di rumah tersebut.

"Jadi ditemukan terpisah, pertama dalam lemari 8 bal atau 400 gram, lalu dilanjutkan penggeledahan ditemukan sabu seberat 3 kilogram terbungkus koran dalam kardus,"kata Andri Irniada kepada wartawan.

Informasi yang dihimpun, Penggeledahan dilakukan berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang tertangkap sebelumnya.

"Oknum Polres Sidrap, Brigpol Supardi beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Pinrang guna kepentingan pengembangan penyidikan selanjutnya,"pungkas Andri Irniada.

Bandar Besar Shabu Diduga Bos Oknum Polisi di Pinrang Ditembak Polisi

Bos dari oknum polisi Brigadir Supardi yang terlibat jaringan narkoba terbesar di Kabupaten Pinrang, akhirnya berhasil diringkus oleh Tim Resmob Satreskrim Polresta Barru bersama IT Polda dan personel Sat Reskrim Mapolresta Pinrang, Sabtu (9/4/2016), dinihari.

Pelaku bernama Edi alias Edi Wilow (35), warga Baranti, Kecamatan, Baranti, Kabupaten Sidrap.
Selain Edi Wilow yang merupakan bandar besar narkoba, turut pula diringkus komplotan jaringannya masing-masing Suparman (32), warga Kulo, Kabupaten Sidrap, Ikbal (25), warga Ballang Nipa, Kecamatan Sinjai Barat,

Kabupaten Sinjai, Abdurrahman Ashari alias Ari (36), dan kekasih sang bandar bernama Tri Sutriana Putri (20), mahasiswi  UMI, warga jalan Andi Pawelloi, Kabupaten Pinrang.

Sementara satu orang oknum polisi Brigpol Edi Chandra yang bertugas di Mapolresta Mamasa masih DPO (Daftar Pencarian Orang), lantaran membawa barang bukti narkoba milik sang bandar seberat 1 kilogram.
Brigpol Eddy Chandra angkatan 20 ini menjadi buron menyusul terbongkarnya kasus 3,4 kg sabu ‘jaringan’ Brigadir Supardi angkatan 26.

Jejak oknum polisi yang membawa kabur 1 kg sabu itu dilacak di pelabuhan dan bandara Makassar.
Seperti diberitakan sebelumnya, barang bukti 3,4 kg sabu disimpan Brigpol Supardi di gudang beras mertuanya di Kampung Amani, Kec. Palleteang, Kab. Pinrang yang dibongkar Kapolres Pinrang AKBP Adri Irniadi pada Kamis 7 April malam.

Sang bandar akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas oleh anggota, saat hendak dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya.

Diduga kuat, pelaku yang merupakan bandar besar lintas Kabupaten ini merupakan sindikat peredaran narkoba Internasional.(*Lt/wt/wnd)