PIFAF 2017

Jumat, 01 April 2016

Komisioner KPID Sulbar saat Hadiri Harsiarnas

POLEWALITERKINI.COMMATARAM - Peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke 83 dilaksanakan di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (01/04/2016) siang.

Peringatan yang dirangkaikan dengan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (KPI) Tahun 2016 dilaksanakan di Hotel Santosa, Senggigi Lombok.
Acara ini dihadiri Menteri Komunikasi Informatika (Menkominfo) RI Rudiantara, Ketua KPI Pusat Judhariksawan dan para komisioner KPI Pusat lainnya, Ketua dan anggota KPID dari seluruh Indonesia, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, Ketua DPRD NTB dan Forum Pimpinan Daerah NTB, para pimpinan lembaga penyiaran, dan undangan lainnya.
Ketua KPI Judhariksawan dalam sambutannya mengungkapkan, peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) dilaksanakan setiap tahun, pencananganannya dimulai pada 1 April 2010 lalu di Solo.
Ia menjelaskan, dipilihnya tanggal 1 April tak dapat dilepaskan dari berdirinya Radio SRV (Solosche Radio Vereniging) pada 1 April 1933 di Solo.
"Tanggal ini yang kami sepakati sebagai hari penyiaran," katanya.
Dijelaskan Judhariksawan, prestasi luar biasa Radio SRV adalah saat radio tersebut menyiarkan musik instrumental gamelan Jawa yang di saat bersamaan mengiringi tarian yang dibawakan Gusti Nurul, Putri Sri Mangkunegoro VII di depan Ratu Wilhelmina dan tamu undangan lainnya di Istana Noordiende, Belanda pada 1937.
Dalam kesempatan tersebut, Judharikswan yang bersama komisioner KPI Pusat lainnya akan segera mengakhiri masa jabatannya di tahun ini mengakui, dunia penyiaran tanah air ke depannya akan menghadapi banyak tantangan, diantaranya saat memasuki MEA mendatang.
Selain itu, kata dia, pelaksanaan rakornas KPI merupakan forum tahunan reguler yang di dalamnya membahas langkah-langkah strategis untuk mengatur penyiaran.
"Semoga bisa memberikan semangat baru, sprit baru, menjadikan penyiaran yang memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membina generasi muda sebagai generasi-generasi unggul," kata Judhariksawan.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Rudiantara berharap, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dapat berjalan lancar dan rakornas ini diharapkan akan melahirkan kebijakan yang berkontribusi bagi peningkatan kualitas penyiaran tanah air.
"Rakornas KPI merupakan forum tertinggi yang menetapkan kebijakan menyangkut penyiaran Indonesia," jelasnya.
Selain itu, dirinya menitipkan akan dunia penyiaran tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga akan lebih banyak berisi tuntunan.
"Yang senantiasa memiliki nilai tambah bagi kehidupan kita," ujarnya.
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi yang juga memberikan sambutannya mengaku berterima kasih dipilihnya NTB sebagai tempat pelaksanaan peringatan Harsiarnas dan Rakornas KPI tahun ini.
Ia berharap, perhelatan ini akan memberi nilai tambah bagi wilayahnya, sekaligus meminta KPI dan KPID seluruh Indonesia untuk menjadikan penyiaran lebih baik dan memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa ini.
"KPI dan KPI Daerah dengan kewenangan dan atribusi yang diberikan Undang-Undang, termasuk KPID NTB, mari berkontribusi yang baik untuk bangsa," pintanya.
Dalam peringatan Harsiarnas kali ini, penghargaan kepada pihak yang berperan dalam penyiaran kembali juga diberikan, masing-masing kepada tokoh masyarakat Kak Seto Mulyadi, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, serta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).
Penyerahan penghargaan diberikan langsung Menkominfo Rudiantara yang didampingi Ketua KPI Judhariksawan.
Ketua KPID Sulbar Andi Rannu yang turut hadir dalam peringatan Harsiarnas dan pembukaan Rakornas KPI kali ini kepada media ini juga mengakui, penyiaran diharapkan tidak melupakan peran-perannya, antara lain membentuk jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, dan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
Karena itu, lanjutnya, penyiaran, termasuk pula di Sulawesi Barat, senantiasa diharapkan dan diingatkan untuk berkembang dan berjalan ke arah itu.
"Tantangan yang kita hadapi saat sekarang, termasuk pula di Sulbar, adalah penyiaran kita yang potensial untuk tidak lagi melakukan tujuan-tujuan tersebut. Karena itu, melalui peringatan Harsiarnas 83 ini, ini yang senantiasa perlu untuk diingat kembali," tandasnya.

Laporan  :  Erwin Setiawan
Editor       :  Sukriwandi