PIFAF 2017

Senin, 18 April 2016

Musa Hafizh cilik lahir di Bangka pada
tahun 2008
POLEWALITERKINI.COM - Musa penghafal alqur'an yang mewakili Indonesia dalam perlombaan menghafal Alqur'an yang tentunya Masyarakat Indonesia harus bersyukur karena Mengharumkan nama Negara.

Musa penghafal alquran 30 Juz memperoleh peringkat ketiga dalam Musabaqah Tilawatil Quran Internasional ke 23 di Mesir. Seperti dikutip dalam laman iqna.ir disiarkan menggunakan bahasa Arab bahwa Musa mewakili Indonesia memperoleh nilai 91,17.

“Adapun diperlombaan kategori menghafal al-quran tingkat internasional di Mesir. Duduk diperingkat pertama Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah dengan nilai 98,58, selanjutnya di ikuti peringkat kedua Muhammad Sayyid (10 tahun) dan dilanjutkan dengan peringkat ketiga musa (7 tahun) dari indonesia dengan nilai 91,17.

Musa yang lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik lahir di Bangka pada tahun 2008; umur 8 tahun). Selain menghafal Alquran ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya. Namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun di Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014.

Musa menjadi pusat perhatian disaat berusia sangat muda yakni 5,5 tahun namun telah mampu menghafalkan 29 Juz dari total 30 Juz Alquran.

Sebelumnya Musa diutus untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi juga mewakili Indonesia dimana Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding.

Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.

Musa Mengaji Tiga Kali Sehari

Agar lafal dan ayat-ayat Alquran tetap melekat diingatan sang buah hati, La Ode Abdul Hanafi mewajibkan putranya Musa (7) mengaji tiga kali dalam sehari.

Meski fokus dengan pendidikan agama, namun pria keturunan Buton Sulawesi Tenggara ini tak lantas mengabaikan pendidikan formal Musa.

" Agar tidak lupa, sehari tiga kali saya dampingi dia membaca Alquran. Agar Musa berkonsentrasi, kami orangtua memilih jalur pendidikan secara home schooling," ungkap Abdul Hanafi, Rabu (6/4/2016) (*satartikelpilihan.com/artikelviral.com/pt/wnd

PolewaliTerkini.Net