PIFAF 2017

Jumat, 08 April 2016

Kades Renggeang. Basri Y
POLEWALITERKINI.COM - Setelah sukses mendapat hasil panen yang melimpah pada musim tanam gaduh tahun 2016. Kepala Desa Renggeangpara terus memotivasi para petani prioritaskan tanam komoditi bawang merah di musim tanam gaduh tahun 2017 Mendatang.

Alasan Kades Renggeang, terbukti panen gaduug 2016 mendapatkan hasil yang luar biasa yang mencapai 3 - 5 Kuintal per lahan warga, dengan harga di pasaran capai Rp. 35 ribu rupiah per kilogram.

Sehingga hampir merata petani di wiliyah Desa Renggeang yang bercocok tanam bawang dan cabe petani menghasilkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah per panen, sehingga komoditi ini harus dipertahankan.

Seperti diungkapkan Kades Renggeang. Basri Y, saat ditemui. Jumat sore, 08 April 2016, di cafe A. Tong jalan todzilaling Pekkabata Polewali Mandar Provinsi Sulbar.

Dia katakan, sunggu luarbiasa karena di lokasi sekitar 20 hektar di dusun 3 Renggeang Utara, Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, dulunya Marginal karena tidak ada lagi suplay air dari sungai di Desa Puawang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Kondisi ini tak membuat warga diam, akhirnya dengan motivasi dan pendampingan PPL, warga dilahan hamparan kering di manfaatkan sebagai lokasi pertanaman bawang merah yang awalnya lebih banyak ditanam dibukit bukit dengan suplay air dari Embun (Bak Air) yang diberikan oleh Pemerintah.

Namun untuk mengairi lahan dengan luas keseluruhah sekitar 50 Hektar, tentu masih butuh Embun dan perpipaan, sehingga berharap tahun ini pihak dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Polewali Mandar tetap memperhatikan petani hingga tetap bersemangat menanam bawang merah di musim berikutnya. Kata Basri.Y.


Laporan  :  Burhanuddin Haruna

Editor      :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net