PIFAF 2017

Senin, 25 April 2016

Kajari Polewali, M. Rudy, S.H Memberikan Kerangan
Pers Setelah Eksekusi Selesai
Kalapas Kelas IIB Polman. H. Muh. Basri
menandatangani Berita Acara serah terimah terpidana
Proses Pelaksanaan Eksekusi Terpidana Terorisme
Terpidana Terorisme di Dampingi Kasi Intel Kejari Polewali.
Muh. Subhan, S.H, MH
Terpidana Menyelesaikan Administrasi di Lapas Polman
POLEWALITERKINI.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali. M. Rudy, S.H, MH mengatakan, pihak Kejaksaan selaku Eksekutor telah melaksanakan Eksekusi. Senin, 24 April 2016 terhadap Terpidana, RUDI HARUNA RASYID ALIAS RUDI ALIAS RUDI HITAM ALIAS RUDI AL ISLAH ALIAS RUDAL, karena perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Dia katakan, Eksekusi ini dilaksanakan di Lapas Kelas IIB Polewali Mandar, sehingga terpidana ini akan menjalani hukuman sesuai dengan Keputusan Pengadilan (PN) Jakarta Utara, dengan pidana penjara 7 tahun 6 bulan, denda Rp. 100.000.000 Subsider 7 bulan, terbukti Pasal 15 juncto Pasal 7 Perpu Nomor 1 Tahun 2002 juncto Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan Pasal 5 juncto Pasal 4  Undang-undang Nomor 9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Terpidana teroris jaringan kelompok Santoso ini dipindahkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob kelapa II Jakarta, Kamis (21/4/2016) untuk menjalani proses hukuman di Lapas Kelas IIB Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Terpidana Teroris ini yakni, RUDI HARUNA RASYID ALIAS RUDI ALIAS RUDI HITAM ALIAS RUDI AL ISLAH ALIAS RUDAL kelahiran Palu, 05 Agustus 1974, alamat Jalan Bangau Putih, Kelurahan Tamanadindi, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, akan menjalani hukuman atasan putusan Pengadilan Negeri Jakarata Utara, 7 tahun 6 bulan penjara.

Penempatan Terpidana berdasarkan Keputusan Bersama dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, BNPT - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI, Kejaksaan Agung RI, dan Densus 88, diputuskan untuk dilaksanakan Eksekusinya di Lapas Kelas IIB Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Kasus Posisi, Ini Jaringan Terorisme Kelompok Santoso, Terpidana ikut latihan Meliter untuk melatih kekuatan fisik dan mental untuk mempersiapkan diri berperang melawan kaum kafir dan Thaghut seperti Polisi dan Anggota TNI.”

Selain itu dalam ringkasan Eksekutif, Terpidana ikut melakukan (Fai) pencurian barang orang yang mau solat di Mesjid daerah Palu dan sekitarnya pada tahun 2013 sebanyak 8 Kali, dan pada tahun 2014 sebanyak 17 kali, dan melakukan pencurian motor sebanyak 5 kali. Sementara uang hasil penjualan barang dan motor 2,5 % diserahkan kepada SANTOSO untuk membiayai kegiatan TERORISME.

Terpidana Terorisme jaringan kelompok Santoso berangkat Jakarta dan akhirnya tiba di Lapas Kelas IIB Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Senin, 25 April 2016 sekira jam 15.30 wita dengan pengawalan ketat dari aparat Kejaksaan Agung RI, Satgas Teroris, Satgas Intel, Densus 88 dengan menggunakan roda 4 mobil sekira 6 unit.


Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net