PIFAF 2017

Rabu, 20 April 2016

Ketua Adat. Sudirman Menyampaikan Alasannya Kepada
Kasat Reskrim Polres Polman. AKP Jeifson Sitorus, S.H
Pihak Kepolisian Lakukan Dialog Dengan Toko Adat
100 Personil POLRI Bubarkan Arena Sabung Ayam
POLEWALITERKINI.COM - Didepan Polisi Ketua adat Mara'dia Tinunungan, SUDIRMAN didampingi Kepala Dusun II Limboro, Desa Ongko, JAMALUDDIN beralasan, jika kegiatan sabung ayam dilakukan akan banyak keturunan yang meninggal. Rabu (21/04/2014).
Penyampaian ketua adat di depan Polisi saat melakukan dialog, kata dia setiap diadakan pesta ada ini sabung ayam adalah salah satu rangkaian acara yang tidak terpisahkan dengan "ADAT BUTTU AOR DI KUBURAN MARA'DIA TINUNUNGAN."
"Kapan dilaksanakan pesta adat bersamaan juga, jadi makanya setiap diadakannya pesta adat pak diadakan juga sabung ayam, karena ini pak kapan tidak dilaksanakan ini, maka kita, anak cucu Mara'dia Tinunungan, pada pokoknya capeki kita pikul orang mati." Kata Ketua Adat Mara'dia Tinunungan. Sudirman kepada pihak Kepolisian. Rabu (20/04/2016).
Rangkaian kegiatan sabung ayam jika tak dilakukan anak cucu bakal mendapatkan kutukan dari leluhur, khususnya semua keturunan sehingga setiap tahunnya pada bulan Rajab hampir seluruh keturunan berdatangan dari berbagai daerah rantauan untuk melaksanakan pesta adat.
Kejadian adanya kutukan sudah pernah dialami para anak cucu Mara'dia Tinunungan, saat itu masih pemerintahan MT RAHMAT, dimana para orang tua terdahulu takut melaksanakan kegiatan sabung ayam karena dihalangi, akibatnya sekira 60 anak balita meninggal dunia.
"Pernah saat pemerintahan MT. RAHMAT. Kegiatan ini dilarang dan nenek kami takut melaksanakan karena dihalangi, berakibat 60 anak bayi itu meninggal." Ujar Sudirman.
Dia tambahkan pada Abad sebelumnya jika ada penjudi dilarang dan para orang tua adat dibunuh karena dia relah meninggalkan dunia ini demi melaksanakan kegiatan sabung ayam sebagai rangkaian pesta adat.

Laporan. :  Sukriwandi