PIFAF 2017

Jumat, 01 April 2016

Anggota DPRD Sulbar Dari Partai Hanura, Tasrib
POLEWALITERKINI.COMLegislator Partai Hanura Polewali Mandar yang kini anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat. Muh. Tasrib. Jumat Sore, 1 April 2016, bertempat di warkop cafe A.Tong jalan Todzilaling Pekkabata Polewali Mandar, menyerap aspirasi dari sejumlah tokoh Masyarakat dan pejabat serta para Kontraktor dan pengusaha Polewali Mandar.

Muh Tasrib yang menerima dan menampung masukan dimulai dengan dialog dan diskusi kecil dengan Ketua DPRD Polewali Mandar. H. Hamzah Haya (H3) serta Kepala Disdikpora Polewali Mandar. Andi Pariyal Patayangi.

Salah satu masukan yang dibahas terkait upaya meningkatkan PAD dengan membandingkan Kabupaten Kulong Progo di Jawa, dimana penghasilan masyarakat hanya batu kapur, namun mampu menggenjot PAD tertinggi.

Sementara dalam dialog itu perbandingkan Kabupaten Polewali Mandar, yang memiliki tambang golongan C berupa Pasir, batu Krikil, batu Cadas dan batu Gajah, namun belum nampak hasil Maksimal yang bisa mengeluarkan Polewali Mandar sebagai kabupaten Tertinggal.

Dikatakannya, objek wisata di Polewali Mandar yang puluhan lokasinya dan punya prospek itu juga belum memberi arti yang baik bagi PAD, belum lagi hasil pertanian yang over target, namun PAD juga belum terlihat.

Selain itu dari sektor perhubungan juga memiliki potensi yakni perparkiran yang hasilnya miliaran rupiah, itu juga belum bisa mendongkrak PAD Polewali Mandar, pertanyaannya dimana yang salah. Kata Tasrib.

Kota Polewali yang dua tahun terakhir kelihatan berkembang pesat, namun ekonomi mikro belum terlihat jelas akselerasinya, semestinya semua ini tumbuh dan berkembang, karena alun alun dan sport Centre sudah jadi dan difungsikan dan menjadi ciri tersendiri untuk Polewali Mandar.

Kita patut apresiasi kinerja Bupati, namun pengatur kebijakan PAD perlu bergerak cepat agar kita bisa menjadi Kabupaten yang memiliki karakter tersendiri. Kata Tasrib.

Sementara itu Kepala Disdikpora Polewali Mandar. Andi Pariyal Patayangi mengatakan, Event event besar yang kita helat mendatangkan orang dari luar Kabupaten seperti kegiatan Pacuan Kuda dan Motor motor itu juga membawah reski.

Sebagian warga menikmati dampak positifnya, dia contohkan para tamu berbelanja, makan serta nginap di Hotel, tentu ada tambahan PAD, belum lagi yang lain seperti sulpenir serta menikmati kuriner, itu pemasukan warga kita dan berpotensi sebagai PAD. Kata Andi Pariyal Patayangi.


Laporan  :  Burhanuddin Haruna