PIFAF 2017

Selasa, 19 April 2016

kepala bidang pendidikan menengah disdikpora polman
H. Muhiddin, S.Ag
POLEWALITERKINI.COM - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora), Kabupaten Polman melaksanakan kegiatan Festival  dan lomba seni siswa Nasional.

Kegiatan ini semua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah  Menengah Atas (SMA) se Kabupaten Polman  wajib mengikuti lomba ini, karena lomba ini merupakan program Dinas Pendidikan di Bidang Menengah yang setiap tahunnya diadakan.

Tujuan kegiatan ini dalam rangka  menguji potensi yang dimiliki siswa, serta sebagai ajang pengembangan bakat dibidang seni dan budaya, kegiatan tersebut dipusatkan di kantor Disdikpora Kabupaten Polman, dimulai selasa, 19- 21  April 2016 selama tiga hari.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah yang sekaligus sebagai Ketua Panitia pelaksana  mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan dibidang pendidikan menengah, kegiatan ini juga sebagai penyeleksi ketingkaT Nasional bagi sekolah yang mendapat nilai tinggi dari dewan juri maka itulah nanti yang akan mengikuti lomba Seni dan Budaya ketingkat Nasional yang akan diadakan di Manado nanti.

“Dalam kegiatan ini para peserta menampilkan budaya dan seni dari daerah mandar dan dan budaya yang ada di Polman.” Kata H Muhiddin saat ditemui diruangannya. Selasa 19 April 2016.

Kegiatan ini juga lebih terfokus kepada peningkatan dan karakter seni dan budaya yang dimiliki oleh siswa supaya kedepannya para siswa ini tidak pernah melupakan budaya dan seni yang mereka miliki.

pada kegiatan kali ini ada berbagai macam seni dan budaya yang diperlombakan, diantaranya lomba tarik suara menggunakan Busana  daerah, teater tentang budaya daerah serta baca Puisi, melukis dan juga Seni Kriya yang menguji keterampilan siswa dalam merangkai Benda yang ada disekillingnya,ujarnya.

Sementara itu, Sri Musdikawati pengamat seni dari Polman mengatkan, sebetulnya kegiatan ini sudah sangat tepat dengan tema yang diangkat  yakni, mengembangkan kreativitas siswa dimana para peserta  yang tampil harus menampilkan budaya dan seni daerah, dengan penampilan yang condong dengan pakaian adatnya itu akan dapat  menjadi referensi bagi peserta.

Selain itu mereka masih duduk dibangku sekolah, otomatis dengan kegiatan yang berbasis budaya dan cerita rakyat maka siswa akan lebih muda memahami daerah dan budaya yang ada dikampung kita. 

Dengan demikian peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam mengembangkan potensi dan kreativitas yang dimiliki para siswa dimana banyaknya komunitas dan penggerak seni dan budaya itu bagusnya juga kalau mereka dilibatkan dalam penilain, alasannya mereka lebih banyak tau mengenai budaya dan seni, tutur Sri Musdikawati.

Laporan  :  Erwin Setiawan

Editor      :  Sukriwandi