PIFAF 2017

Jumat, 15 April 2016


POLEWALITERKINI.COM - SIDRAP – Narkoba jenis baru yakni CC Four (CC4) atau biasa disebut ‘Bloter’ ternyata sudah banyak beredar di Kabupaten Sidrap. 

Hal itu dibuktikan dengan penangkapan seorang pengedar CC4, Selasa (12/4/2016).Satuan Reskrim Narkoba Polres Sidrap berhasil meringkus tersangka Mahyuddin alias  La Balanda (45), warga asal Bendoro Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng.

Tersangka dikenal sebagai seorang petani di desanya. Menurut pengakuan warga sekitar, rumah tersangka kerap didatangi oleh warga asing.

Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar, menjelaskan, tersangka, Mahyuddin menyembunyikan dan menyelipkan barang haram itu dibatang pohon kayu di belakang rumahnya.

“Kami ungkap narkoba jenis baru yang bernama CC4. Dampaknya sangat keras, efek pemakainya lima kali kuatnya dengan sabu-sabu,” jelas Anggi.

Menurut dia, efek CC4 juga lebih berbahaya dari ekstasi. Bahkan, narkotika kelas satu itu bisa menyebabkan kematian.

“Nama lain CC four ini adalah Bloter atau jenis narkotika kelas satu. Daya efeknya tiga kali lipat dari pil ekstasi. Pemakainya akan berhalusinasi tinggi. Bahkan ini bisa menyebabkan kematian pada pemakainya,”beber Anggi.

Kasat Narkoba AKP Adriyan Frederick Kopong menambahkan, kasus ini tengah dalam pengembangan polisi.

Selain 7 potongan kecil CC4, polisi mengamankan 6 paket sabu-sabu siap edar.

“Semua barang buktinya kita sita sebanyak 6 sachet berisi kristal bening diduga sabu-sabu. Sampelnya sudah kami kirim ke Labfor Polda Sulsel untuk memastikan kandungan narkoba jenis baru ini,” katanya.

Menurut Adriyan, narkoba ‘Bloter’ ini bentuknya tipis dan kecil seperti perangko itu.

“Pengakuan tersangka itu dijualkan perpotongnya seharga Rp 500.000 per buah. Cara menggunakannya dengan meletakkan di lidah dan menempelkan ke langit-langit rongga mulut,” ungkap dia.Tersangka dikenal sebagai seorang petani di desanya. Menurut pengakuan warga sekitar, rumah tersangka kerap didatangi oleh warga asing.

Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar, menjelaskan, tersangka, Mahyuddin menyembunyikan dan menyelipkan barang haram itu dibatang pohon kayu di belakang rumahnya.

Kami ungkap narkoba jenis baru yang bernama CC4. Dampaknya sangat keras, efek pemakainya lima kali kuatnya dengan sabu-sabu,” jelas Anggi.

Menurut dia, efek CC4 juga lebih berbahaya dari ekstasi. Bahkan, narkotika kelas satu itu bisa menyebabkan kematian.

“Nama lain CC four ini adalah Bloter atau jenis narkotika kelas satu. Daya efeknya tiga kali lipat dari pil ekstasi. Pemakainya akan berhalusinasi tinggi. Bahkan ini bisa menyebabkan kematian pada pemakainya,”beber Anggi.

Kasat Narkoba AKP Adriyan Frederick Kopong menambahkan, kasus ini tengah dalam pengembangan polisi.

“Semua barang buktinya kita sita sebanyak 6 sachet berisi kristal bening diduga sabu-sabu. Sampelnya sudah kami kirim ke Labfor Polda Sulsel untuk memastikan kandungan narkoba jenis baru ini,” katanya.

Menurut Adriyan, narkoba ‘Bloter’ ini bentuknya tipis dan kecil seperti perangko itu.

“Pengakuan tersangka itu dijualkan perpotongnya seharga Rp 500.000 per buah. Cara menggunakannya dengan meletakkan di lidah dan menempelkan ke langit-langit rongga mulut,” ungkap dia.(*pojoksulsel/wnd).