PIFAF 2017

Senin, 04 April 2016

POLEWALITERKINI.COM - Seperti yang diceritakan kepala Desa Renggeang, Kecamatan Limboro. Basri Y ketika ditemui di rumahnya di Renggeang. Minggu sore, 03 April 2016 mengatakan, warga desanya beralih menjadi petani bawang merah.

Dia katakan, seandainya warga tidak merubah haluan menjadi petani bawang Merah pasca tertutupnya sumber air dari Desa Puawang, Kecamatan Banggae Timur, kabupaten Majene, tak bisa dibayangkan kondisinya.

Dulu sebelum bertani bawang merah, hanya mengandalkan sawah tadah hujan, sepeda pun tak bisa terbeli, tapi kini Alhamdulillah setiap rumah tidak kurang dua kendaraan roda dua ada di kolom rumahnya.

Bahkan dari budidaya bawang sejumlah warga sudah memiliki mobil, itu menyusul harga bawang yang melonjat naik saat panen dan kini warga saya sudah terlihat sejahtera.

Dikatakannya, sejumlah kelompok tani bawang sudah mendapatkan bantuan embung, penampung (Bak) air, sehingga memudahkan mereka mendapatkan air saat musim hujan dan menampungnya hingga dimamfaatkan dalam pertanaman bawang merah.

Untuk saat ini karena cuaca dan mendekat Puasa mereka tanam Cabe (lombok Kecil) sekitar 50 hektar, berharap menjelang lebaran harga cabe stabil sehingga petani memperoleh hasil maksimal. Kata Basri Y.

Harapan saya selaku Kepala Desa, saat ini para petani masih menggunakan selang panjang untuk mendapatkan air di bak, berharap ada program perpipaan, karena disekitar lokasi berbatasan dengan Majene.

Sumber mata air terpenuhi dan tak jauh dari lahan milik petani di Desa, sama halnya jalan tani juga diharapkan dibangun pemerintah untuk mengangkut hasil produksi pertanian khususnya bawang dan cabe. Ungkap Basri Y.

Terpisah Ketua Kelompok Tani Bukit Tinggi, Abd Majid, ketika ditemui di sanggar taninya mengatakan, Alhamdulillah kami bersyukur kepada Tuhan, selama lokasi itu kami buka bersama warga, campur tangan para penyuluh pertanian membuat kita banyak berhasil.

Para penyuluh ini mengajari petani bercocok tanam, cara menanam, mengajir, memupuk dan menangkal penyakit serta penguatan kelembagaan kelompok, dan di sanggar inilah kami memperoleh ilmu bertanam bawang merah.

Alhamdulillah dengan bercocok tanam bawang hasilnya lumayan, dia tegaskan bahwa para petani masih terkendalah jalan tani dan jalan produksi, berharap ada bantuan dan mereka yakin warga desa akan sejahtera. Kata Majid.(Burhanuddin Haruna/Sukriwandi)

Laporan  :  Burhanuddin Haruna

Editor      :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net