PIFAF 2017

Kamis, 21 April 2016

Tersangka Anto Jaket Hitam dan Burhan Resedivis
BB Uang Palsu 
POLEWALITERKINI.COM - Pihak Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menetapkan 2 orang tersangka Uang Palsu (Upal), satu diantaranya Resedivis dalam kasus yang sama. Jumat (22/04/2016).
Juru bicara Kepolisian Polewali Mandar, AKP Jeifson Sitorus mengatakan, pihak Reskrim Kepolisian Polewali Mandar, sudah menetapkan 2 orang tersangka atas penemuan puluhan juta rupiah uang palsu siap edar pecahan Rp. 100.000. Selasa (29/03/2016).
"Tersangka 2 orang, polisi juga sudah melakukan pengembangan dan hasilnya hanya itu." Kata Kasat Reskrim Polres Polman. AKP Jeifson Sitorus, S.H. Kepada polewaliterkini.com.
Untuk memastikan keterpenuhan unsur pidana, polisi sudah meminta keterangan kepada pihak ahli Bank Indonesia (BI) Mamuju, dan pada dasarnya keterangan itu mengatakan uang itu Palsu.
"Kita sudah mengambil keterangan ahli dari BI Mamuju, dan hasilnya, pada dasarnya keterangan ahli itu mengatakan itu palsu."
Sementara ini, kata AKP Jeifson Sitorus, S.H, polisi sementara melengkapi berkas perkara, karena salah satu tersangka sudah pernah menjalani hukuman dan sementara petikan putusan diminta di Pengadilan Negeri Pinrang, Sulsel untuk pemberatan uang palsu.
Dalam kasus ini, 1 Resedivis dikenakan pasal pemberatan uang palsu, sehingga untuk menguatkannya pihak penyidik harus mengambil petikan putusan PN Pinrang, sementara kedua tersangka masih ditahan di Polres Polman.
Sebelumnya diberitakan, polisi Polman melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap Resedivis BURHAN asal Pinrang dan Barang Bukti (BB) berupa uang pecahan Rp. 100.000 sebesar Rp. 26.000.000 dan ini diduga uang palsu, mengikut Printer, tinta dan kertas yang diduga digunakan mencetak uang palsu.
Setelah melakukan interogasi di Mapolres Polman, selanjutnya pihak Kepolisian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Anto, bekerja sebagai player elekton musik yang diduga ikut menyebarkan uang palsu.
Dalam penggerebekan itu, polisi juga menemukan Laptop yang diduga milik salah satu Dinas di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan.

Laporan. :  Sukriwandi