PIFAF 2017

Jumat, 22 April 2016

  • April 22, 2016
  • Grup Media Bakri Centre
Fatimah Mengaku Menikah 15 Kali
Fatimah Warga Desa Tonyaman Polman
POLEWALITERKINI.COM - Fatimah  (68) warga Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, telah bersuami sebanyak 15 kali. Hal ini diungkapkan nenek 5 orang cucu tersebut, wartawan saat diwawancarai dirumahnya, jumat (22/4/2016).

Dikisahkan Fatimah, dirinya pertama kali bersuami, pada saat dirinya masih duduk di kelas 4 SD. Kala itu, pasukan 710 baru saja bubar, kira-kira tahun 1966. Suami pertamanya itu, bernama Sail pemuda sekampungnya di Tandasura. Mereka dijodohkan oleh orang tuanya, sehingga Fatimah mengaku tidak bisa menolak, meskipun saat itu dirinya masih terbilang anak-anak.

Hanya 9 bulan bersama suaminya lalu bercerai, karena saat itu Fatimah ngidam, dan pengaruh ngidamnya membuat dirinya tidak suka melihat suaminya. Hal tersebut membuat suaminya pergi meninggalkannya. Fatimahpun keguguran, padahal anak yang dikandungnya itu kembar.

Sekira 3 bulan kemudian, Fatimah kembali dilamar seorang lelaki bernama Mustafa. Penikahannya dengan Suami keduanya itu, dikaruniai seorang putri, namun pernikahannya tidak berlangsung lama. Entah mungkin karena Fatimah semasa mudanya berparas cantik, sehingga jodohnya mudah datang.

Meskipun 15 kali bersuami, namun Fatimah hanya memiliki seorang putri, yang saat ini tinggal bersamanya. Menurut Fatimah, dirinya tidak ingin kawin berkali-kali, namun karena dia tidak mendapatkan suami yang didambakan,  sehingga dirinya bersuami berulang kali.

Fatimah mengaku mendapatkan pria yang didambakan, pada pernikahannya yang ke 9. Suaminya itu bernama Petta Baso, namun hanya 3 tahun bersama, Petta Baso meninggal dunia. Bersama suami ke 9, Fatimah tidak mendapatkan keturunan, karena dirinya beberapa kali keguguran.

Meskipun Fatimah tidak mau dikatakan seorang dukun, namun banyak orang yang datang minta tolong kepadanya. Orang yang datang kepadanya, kebanyakan yang ingin suami atau isterinya kembali. Banyak orang dari luar Provinsi Sulbar, datang meminta tolong kepadanya. Bahkan ada yang datang dari Negeri jiran Malaysia.

Ironinya, meskipun banyak orang yang telah ditolongnya, namun kehidupan Fatimah terbilang pas-pasan. Setiap hari Fatimah bekerja memancing di laut, menggunakan perahu kecil miliknya yang tanpa mesin. Setiap harinya Fatimah mendapatkan penghasilan, antara Rp. 20,000 sampai Rp. 50,000.

Saat ditanya tentang pemberian dari orang yang telah ditolongnya, Fatimah mengaku tidak pernah meminta, dirinya sudah merasa bersyukur, kalau orang yang ditolongnya berhasil.

"Yang penting untuk kebaikan, maksudnya untuk rujuk kembali dengan suami atau isterinya, bukan untuk merebut suami atau isteri orang. Kalau yang begitu saya tidak mau bantu" ujar Fatimah dalam bahasa Mandar.

Selain membantu orang yang pasanganya kembali, Fatimah juga mengaku, sering mengobati lelaki yang menderita lemah syahwat. Untuk mengobati yang ingin pasangannya kembali, Fatimah menggunakan Dupa serta air yang sudah dijampi. 

Sementara untuk mengobati penderita lemah syahwat, dirinya hanya menggunakan air yang telah dimantrai olehnya.

Lanjut Fatimah, kemampuan mengobati orang, didapatkan ketika dirinya bersembunyi disuatu tempat, karena hendak dipaksa menikah dengan orang yang tidak disukainya. Saat itu, dirinya didatangi oleh 2 orang lelaki berjenggot, serta berpakaian ihram. "Setelah saya diajari, tiba-tiba ke 2 orang itu menhilang" aku Fatimah.

Laporan  :  Hambiadi Hambali

Editor      :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net