PIFAF 2017

Minggu, 03 April 2016

Pos Penjagaan Satpol-PP di Rumah Bupati Kosong,
Andi Ibrahim Masdar Berang
POLEWALITERKINI.COM - Bupati Polewali Mandar Sulawesi Barat. Andi Ibrahim Masdar, tiba dari Makassar. Minggu dinihari, 3 April 2016, sekira jam 01.30 wita.

Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar sebelumnya melakukan perjalanan Dinas ke Surabaya, Jawa Timur dan dini hari tiba di rumah kediaman, jalan todzilaling, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Polman.

Saat tiba satupun penjaga dari Satuan Polisi Pamon Praja (Satpol PP) selaku penjaga keamanan yang ditugaskan oleh Komandan (kepala) Satpol PP Polewali Mandar tidak ada terlihat sehingga bupati berang.

Hal ini diungkapkan sopir (Driver) Bupati Polman, Udin ketika ditemui di depan kedai kopi 89, Minggu sekitar pukul 02.00 wita dini hari. Dikatakannya bupati sedikit agak kecewa, karena satu orang pun penjaga tidak ada nampak batang hidungnya yang ada hanya kemanakan Ibu Bupati Heriyadi (Da'di) lagi nonton sepak bola.

Dia lanjutkan, segera di usulkan agar penjagaan Satpol-PP di rumah kediaman sudah perlu di rotasi diganti yang lain, kalau bisa teman teman Satpol yang pernah ikut berjuang memenangkan AIM.

Dari Mantap dan Keikhlasan segalanya berarti, karena sudah sering ada insiden kecil terkait penjagaan yang kadang tamu penting dan keluarga serta teman bupati biasa ditahan tanpa alasan jelas sehingga hampir ada gesekan. Kata Udin.

Terpisah Mantan Anggota DPRD Provinsi dari Partai Golkar H Hamid BcHu, mengatakan pernah ditahan disana pada hal saya datang karena kepentingan Partai, sehingga saya berkesimpulan bahwa bagus disana penjagaan karena disiplin saya saja ditahan.

Cuma saya berharap, penjagaan bisa ketat namun melihat siapa tamunya. "Kayak saya ini orang dekat dengan Bupati apa lagi kalau di dalam bukan tamu penting, artinya sama ji dengan saya itu saya pikir tidak perlu saya ditahan." Katanya.

Disiplin penjagaan rumah Bupati sudah menjadi hal keharusan, namun profesionalisme harus tetap dikedepankan, kecuali jika sebelumnya bupati berpesan jangan diganggu, tentu harus melaksanakan perintah itu.

"jadi waktu itu saya kecewa jadi saya pulang, sehingga bupati telpon saya diharap kembali. Kata Hamid BcHu.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna

Editor      :  Sukriwandi