PIFAF 2017

Selasa, 12 April 2016

BKKBN Provinsi Sulbar Kasubid Advokasi
Hubailila. Rusdianto SE, M.Si
Kepalah Penyuluh Keluarga Berencana Sulbar
(IPeKB). Ridwan Hilal S.Ag, MM
Acara Pencanangan Kampung KB Desa Tapua,
Kecamatan Matangnga, Polman
Masyarakat Desa Tapua Hadiri Pecanangan Kampung KB
POLEWALITERKINI.COM – Pencanangan kampung Keluarga Berencana (KB) Program Badan Koordinasi Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKKBPP) Kabupaten Polman, dilaksanakan peresmian dan penetapan yang berlangsung di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Selasa (12/04/2016).

Acara peresmian ini dihadiri Camat Matangnga. Adam Haruna M.si dan di Hadiri BKKBN Provinsi Sulbar di Wakili. Kasubid Advokasi Hubailila. Rusdianto SE, M.Si, Sekertaris BKKBPP Kabupaten Polewali Mandar. Jumrah Huzain, S.Pd.I M.adm K.P, Kepala Bidang KB. Suriati Syam S.sos dan Kepalah Penyuluh Keluarga Berencana Sulbar (IPeKB). Ridwan Hilal S.Ag, MM.

Kampung Keluarga Berencana (KB) diperlukan di seluruh Desa di Indonesia. Sebab, keberhasilan program KB sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera untuk menuju yang lebih baik.

Dalam Kesempatannya Penyuluh Keluarga Berencana Sulbar (IPeKB). Ridwan Hilal S.Ag, MM di depan masyarakat setempat mengatakan, pecanangan kampung KB merupakan program nasional, dan khusus di Polewali Mandar, Desa Tapua adalah pecanangan yang ke 8, tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat desa.

Ridwan Hilal lanjutkan, bahwa berdasarkan data profil desa di Tapua, tercatat ada sekira 77 rumah masyarakat yang tidak layak huni, sehingga dari program ini akan melakukan koordinasi kepada Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, khususnya yang membidangi Pendataan Penataan Perumahan dan Pemukiman berdasarkan data profil desa untuk menyelesaikan masalah rumah tak layak huni.

Bukan hanya pencanangan, namun program ini berkesinambungan dan bertahap, untuk hari ini petugas Penyuluh KB akan melaksanakan pemasangan Implan gratis yang dilaksanakan di Puskesmas Pembantu (Pustu), kemudian masyarakat bakal dibina dalam wadah kelompok, seperti bagi balita disatukan dalam kelompok bina balita, keluarga lansia, keluarga remaja, dan dibawah pantauan penyuluh KB untuk menjadi keluarga sehat, bahagia dan sejahtera.

Bahkan untuk kelompok keluarga yang memiliki minat membuka usaha kecil rumah tangga, program ini juga prioritaskan yakni, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), dan akhirnya Desa Tapua kedepan akan menjadi Desa Percontohan Program Kampung KB Sekecamatan Matangnga.

Ridwan Hilal Berharap, kepada seluruh Penyuluh KB di Kecamatan Matangnga dan seluruh pihak dan lapisan masyarakat memberikan dukungan penuh dalam menjalankan program ini, terutama pimpinan Kecamatan dan Pemerintahan Desa dimana program itu berjalan. Desa Tapua dilaporkan berjumlah penduduk sekira 1.200 orang, dengan jumlah PUS 350 dan sebagian warga belum menjadi peserta KB.

Sementara itu Kasubid Advokasi Hubailila BKKBN Provinsi Sulbar. Rusdianto SE, M.Si pada kesempatannya menyampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa program kampung KB ini BKKBN Provinsi dan Kabupaten hanya pelopor dan yang menjadi utama adalah Pemerintah Kabupaten Polman, mulai pada tingkat Kepala Masyarakat, Kepala Dusun, Desa, Kecamatan dan Bupati.

Laporan  :  HamidTry


Editor     :  Sukriwandi