PIFAF 2017

Senin, 25 April 2016

Habbang
POLEWALITERKINI.COM - Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar memerintahkan Tim Bappeda lakukan survey langsung calon lokasi perkebunan kopi Jember di Desa Patambanua, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Luas lahan perkebunan yang diminta di Survey sekira 2000 Hektar dengan ketinggian 600 meter diatas permukaan air laut, dan dinilai cocok untuk komoditas kopi Jember.

Kepala Seksi Pembangunan Desa Patambanua, Habbang yang ditemui di Kedai Kopi 89. Senin malam, 25 April 2016 mengatakan, saya sendiri yang mengantar tim Bappeda Polman, terdiri dari dua orang yakni, Muklis dan Ilham.

"Alhamdulillah batas batas lokasi sudah ditetapkan dan Insya Allah 2016 ini lahan tersebut akan dibuka dan saya sudah ketemu Bupati untuk memantapkan rencana tersebut. Insya ALLAH besok Selasa, 26 April 2016, Kepala Desa Patambanua, Usman rencana akan ketemu Bupati terkait lokasi kopi Jember ITU.”kata Habbang.

Sementara ituditempat yang sama, Pimpinan Kedai Kopi 89, Muh. Subaer  saat berdialog dengan Pak Habbang mengatakan, sebaiknya kopi yang ditanam mesti sama pengelolaannya dengan kopi kopi berkualitas tinggi, seperti yang kita jual di warkop.

Menurut Muh. Subaer, jenis Kopi Toraja Sirop, Kopi Robusta Toraja dan Kopi Bone Bone Enrekang harganya mencapai Rp. 75.000 per 200 gram, artinya Rp 350.000 perkilo gram, alasannya, saat ini kopi lokal Polewali Mandar, paling banter dihargai Rp. 20.000 perkilo gram.

Dia tambahakan, jika dikelola dan dirawat seperti kopi Toraja Sirop, Kopi Robusta Toraja dan Kopi Bone Bone Enrekang, dipastikan harga tinggi dan diterima masuk di cafe cafe besar. Dia sarankan, petani sebelumnya melakukan studi banding ke TanahToraja atau ke Enrekang agar menghasilkan kopi bermutu dan berkualitas di Polewali Mandar. Kata Muh. Subaer alias Abba.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna

PolewaliTerkini.Net