PIFAF 2017

Jumat, 01 April 2016

Tiga dokter Hewan Sedang Meneliti Bakteri Antraks
POLEWALITERKINI.COM - Dinas Pertanian dan peternakan (Distanak) Kabupaten Polman telah merilis Hingga 31 maret 2016 tercatat terjangkit virus Bakteri antraks sekitar 15 ekor sapi dan kambing.
Diberitakan dari 15 ekor ternak warga yang mati, 8 ekor sapi dan 7 ekor Kambing di dua Kecamatan di wonomulyo yakni, di Desa Bumiayu dan Kecamatan Campalagia tempatnya di Desa Gattungan.
Kepala Bidang Peternakan Distanak Kabupaten Polman, Kaharuddin mengatakan, hingga saat ini kami masih terus melakukan vaksinasi kesemua hewan ternak untuk mengantisipasi penyebaran bakteri Antraks dengan cara menelsik dari. Ring 1 kering 2 maksudnya dari tetangga desa yang sudah terkena virus, ketetangga dekatnya.dan  itu yang kita berlakukan supaya hewan ternak semua tervaksin tidak ada yang lolos dari Vaksinasi.
Pihaknya juga  memperketat pengawasan pos penjagaan diperbatasan untuk mencegah hewan yang berpenyakit masuk didaerah polman. Ujarnya saat ditemui diruangannya, jumat (01/04/2016).
Ia mengakui saat ini jumlah kematian hewan terus bertambah namun tidak semua hewan yang mati itu terjangkit bakteri antraks karna nanti dapat kita ketahui hewan yang mati tersebut terkena bakteri Antraks, kalau sudah melewati tes laboratorium di Balai Besar veteriner (BBVET) kabupaten Maros.
Diharapkan masyarakat kalau mau dapat informasi tentang kematian hewan positif negatif antraks silahkan datang dikantor Distanak polman dan jangan mendengarkan informasi dari luar selain di posko pengaduan distannak Polman. jelas Kaharuddin.
Sementara itu Drh H Sahida kepala Bidang Kesehatan hewan Propinsi Sulbar mengatakan, dengan banyaknya hewan yang tiba-tiba meninggal diPolman kami mendapat tugas dari Balai Besar pemeriksaan kesehatan hewan dimaros untuk melakukan pemeriksaan hewan diPolman,
"Saya kesini membawa dua dokter hewan dari Propinsi  namun untuk Saat ini memang baru sekitar 15 ekor yang positif antraks dan  memang sudah banyak hewan  yang mati mencapai 30 ekor tapi itu cuma mati Biasa bukan karna virus antraks." Jelasnya.
Disulbar ini baru Kabupaten Polman yang kita dapati kasus kematian hewan yang disebabkan oleh bakteri antraks dan semoga tidak menular kekabupaten lain makanya kita perketat pemeriksaannya  hewan yang masuk diperbatasan  dan hewan yang daerah sudah terjankit virus antraks tidak dibenarkan keluar dari tempat itu selagi belum ada pemberitahuan dari dinas peternakan kabupaten, ungkapnya.

Laporan  :  Erwin Setiawan
Editor       :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net