PIFAF 2017

Selasa, 31 Mei 2016

Lahan Warga di Makkerre Yang Terbakar Pada Musim
Kemarau Tahun Lalu
POLEWALITERKINI.COM – Belasan anak pemilik kebun terancam putus sekolah Akibat terbakarnya lahan perkebunan milik 28 Kepala Keluarga, dengan luas 23 Ha di Kampung Makkerre, Dusun Mirring, Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Salah seorang warga pemilik Lahan. Suparman mengatakan, kebakaran lahan perekebunan mengakibatkan pemilik lahan kehilangan sumber mata pencaharian. Tanaman produktif seperti pohon coklat, langsat, sukun dan rambutan milik warga ikut terbakar.
Akibatnya, belasan anak terpaksa harus putus sekolah karena faktor biaya orang tua pemilik lahan tak mampu lagi menyekolahkan anaknya.
Kata dia, Sejak lahan miliknya seluas 5 Ha masih produktif bisa menghasilkan uang sebesar Rp. 50 juta pertahun, itu dari penjualan hasil kebun. Setelah musibah terbakar pada kemarau panjang lalu, lahan perkebunan  milik satu satunya tak lagi miliki tanaman produktif yang diandalkan.
"Dulu lahan perkebunan saya seluas lima hektar yang ada disana bisa menghasilkan hingga mencapai Rp. 50 juta per tahun, tetapi sekarang tak ada lagi yang bisa kami harapkan, terpaksa dua anak saya yang sudah tamat SD saya suruh tidak melanjutkan pendidikan karena ongkos transportnya kesekolah kami sudah tak punya, bahkan bukan cuma saya pak, hampir semua 28 KK yang punya lahan disana sudah tidak lagi menyekolahkan anaknya," beber Suparman.
Sementara itu, Abdul Rahman, juga salah satu pemilik lahan mengatakan, kronologis kejadian sehingga lahan tersebut terbakar berasal dari seorang pekerja tambak yang membakar rumput di tambaknya hingga apinya merembes ke lahan perkebunan milik warga.
"kejadiannya sekitar delapan bulan yang lalu waktu itu adalah musim kemarau panjang sehingga api dari tambak cepat menjalar dan melahap perkebunan warga dan kami sudah melaporkan pekerja tambak itu ke polsek Binuang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tapi anehnya kasusnya baru dilimpahkan ke kejari Polman, kami juga berharap adanya kepedulian dan perhatian pemkab Polman dengan masalah yang membelit kami saat ini," ujar Abdul Rahman.
Ditempat Terpisah, Mulyadi, Kepala Sekolah SMK SPP Rea Timur, Kecamatan Binuang, Polma, saat dikonfirmasi berjanji akan berupaya mencari solusi agar belasan anak yang putus sekolah disana bisa bersekolah kembali.
"Saya akan berupaya bagaimana caranya agar belasan anak anak itu bisa kembali bersekolah langkah pertama yang akan saya lakukan menghubungi kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Binuang, setelah itu baru ke Disdikpora Kabupaten," terang Mulyadi.
Sementara itu, Kepala Desa Mirring belum sempat dimintai keterangan terkait belasan warganya terancam putus sekolah akibat musibah kebakaran  lahan perkebunan warga di wilayahnya.
Laporan  :  LGH
Editor       :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net