PIFAF 2017

Minggu, 08 Mei 2016

Ilustrasi
POLEWALITERKINI.COM – Niat Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta, menghugat Program Jaminan Kesehatan Nasional BPJS, terlihat saat menghadiri rapat Forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Sahid Sudirman Center, Jakarta, kemarin.

Bupati termuda di Indonesia Timur ini bahkan dengan tegas mengajak kepala daerah lain melakukan gugatan di MK. Demikian dikutip TRIBUN-TIMUR.COM. Minggu, 8 Mei 2016.

Mantan anggota DPRD Sulsel dua periode ini mengatakan, BPJS Kesehatan yang diwajibkan pada warga dengan iuran per bulannya telah menyalahi UUD 1945.

"Di Kabupaten Gowa, yang sudah sejak lama menjalankan program kesehatan gratis, terganggu dengan BPJS Kesehatan. Kenapa tidak, warga yang selama ini bisa berobat dengan gratis hanya dengan menggunakan KTP dan KK, kini dihalangi mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari daerah dengan adanya aturan terkait BPJS," katanya.

Kata dia, BPJS kesehatan sangat memberatkan masyarakat. Bahkan sudah mengkebiri hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Belum lagi buruknya pelayanan untuk mereka yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS.

"Sudah kewajiban negara memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, bukan menambah beban masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Atas dasar itu, Adnan mengajak seluruh Kepala Daerah untuk bergabung melakukan gugatan ke MK.
Ketua APKASI, Mardani H Maming yang juga Bupati Tana Bumbu, mendengar hal itu langsung merespon dan dibahas dalam forum tersebut.

Apalagi di saat bersamaan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Hadian Rahim, juga menghadiri forum tersebut.

Berbagai respon positif memang datang dari anggota APKASI untuk merapatkan usulan Adnan tersebut, seperti Bupati Kulon Progo, Bupati Manggarai, Bupati Bangka Barat, Bupati Malaka dan Kepala Daerah lainnya.

Rapat pun langsung dilanjutkan untuk membahas terkait ajakan Bupati Gowa tersebut. Pasalnya, permasalahan BPJS Kesehatan ini, tak hanya dirasakan oleh warga Gowa tapi hampir di seluruh daerah di Indonesia.(*TribunTimur.com/pt/wnd)

PolewaliTerkini.Net