PIFAF 2017

Minggu, 22 Mei 2016

Dandim Memotivasi Siswa-Siswi MAN Wonomulyo
Siswa-Siswi MAN Wonomulyo Serius Mendengar Pemaparan
Dandim 1402/Polmas
POLEWALITERKINI.COM - Pemuda Indonesia harus berani mengambil peluang pada peranan masing-masing Menuju Indonesia emas, Tegas Dandim 1402/Polmas Letkol Kav I Made Bagus Suraputra dalam kegiatan Komunikasi Sosial di hadapan 330  Siswa-Siswi MAN Wonomulyo yang bertema “Peran Generasi Muda Dalam Mewujudkan Indonesia Emas” di Desa Bone-bone Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali mandar. Sabtu (21/05)
Di hadapan Siswa-Siswi serta Komite Guru MAN Wonomulyo, Dandim 1402/Polmas Letkol Kav I Made Bagus Suraputra mengatakan,  Tantangan pemuda pada saat  ini adalah harus menjadi tulang punggung peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat. Saat ini bangsa Indonesia yang diakui sebagai bangsa yang besar, bangsa yang kaya baik itu sumber daya alam (SDA)  maupun sumber daya manusia (SDM) juga tengah dihadapkan dengan tantangan yang begitu besar, Selain Indonesia akan mendapat tantangan global di depan mata berupa Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ternyata Indonesia juga tengah menghadapi tantangan yang justru datang dari sumber daya itu sendiri.
Berkaitan dengan hal tersebut Dandim 1402/Polmas memberikan Motivasi dan penajaman pemikiran bagi para Siswa dan Siswi agar lebih serius dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kemajuan Bangsa Indonesia menuju Indonesia emas.
Dandim juga memaparkan kepada siswa siswi bahwa setiap hari kita berperang, Sesungguhnya perang non-konvensional atau perang bukan berhadapan langsung dengan musuh tapi merupakan perang dilakukan pada era teknologi canggih sekarang ini. Perang konvensional sudah ditinggalkan sehingga tidak terdengar lagi bunyi meriam, desingan peluru yang banyak menghabiskan biaya.
Ia juga mengatakan bahwa menghadapi praxy war (perang proksi) yang dampaknya luar biasa sebab menyusup dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Proxy war merupakan perang yang sangat berbahaya sebab sasaran pertama berupaya melakukan perubahan sosial budaya pada satu negara.
Dandim juga mencontohkan dampak dari perang proxy, perubahan sosial budaya  tersebut bahwa saat ini pemuda lebih bangga jika makan di KFC atau MCD ketimbang makan Golla Kambu (makanan khas mandar) yang disambut tawa dan tepuk tangan  para siswa siswi.
“Bila budaya negara sudah berubah maka akan mudah mengubah dan mengarahkan masyarakatnya. Setelah mengubah budaya maka dengan mudah dapat dikuasai atau ditaklukkan negara itu”. Tegas Dandim
Mengakhiri materinya Dandim berpesan kepada siswa dan siswi agar menjauhi Narkoba dan dan mengharapkan para siswa dan siswi ini mengambil bagian dan menjadi peranan penting dalam  mewujudkan berdirinya tonggak Indonesia Emas. Indonesia Emas dimaknai dengan kondisi negara yang Maju, Makmur, Modern, Madani. Setiap manusia dilahirkan untuk menjadi pemenang, Selamat berjuang meraih cita-cita.
Komunikasi aktif terjadi dalam kegiatan ini, karena Siswa siswi sangat mengapresiasi materi yang disampaikan oleh Dandim 1402/Polmas. Turut hadir mendampingi Danramil 02/Wonomulyo Kapten Inf Hartono, Babinsa Koramil Wonomulyo serta Komite guru MAN Wonomulyo.
Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net