PIFAF 2017

Jumat, 13 Mei 2016

Hamdani Hamdi (Kemeja Putih)
POLEWALITERKINI.COM – Rencana Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memasang ikon yang dipahami sebagai gambaran sesuatu realita terdistori seperti tokoh atau simbol yang akan diletakkan pada enam titik tugu di Kota Polewali.

Berkenaan itu pemerhati Budaya Mandar yang juga Kepala Bidang Tarkim, Hamdani Hamdi saat ditemui di My Coffe Shop Pekkabata. Jumat, 13 Maret 2016 mengatakan, "Rencana Pembuatan patung Raja Todilaling telah di diskusikan di Polewali beberapa waktu lalu"

Salah satu Hasil diskusi melahirkan ide untuk mengangkat sosok Todilaling sebagai ikon Polewali Mandar.

"Jadi kita ambil referensi dari lontara dan supranatural, karna keduanya ada yang percaya dengan versi lontara dan supranatural, pada prinsipnya semua metode kita gunakan dan akan dikaloborasikan, dari hasil kolaborasi muncullah sosok, ada yang melalui media lukisan dan media patung. Kata Hamdani Hamdi.

"Hasilnya akan dipublikasikan kemasyarakat, dan di uji selama 2-3 bulan, ketika tidak ada riak-riak maka akan dikerjakan, jadi kita akan buat acara yang lebih besar untuk memperkenalkan lukisan dan sosok patungnya kepada masyarakat bahwa inilah hasil yang kita sepakati".

Dari hasil kaloborasi itu terdapat banyak kesamaan berdasarkan referensi dari daerah lain yang menggunakan metode itu dan banyak mengakuinya.

"Harapan kami antara lukisan dengan patung 90% ada kesamaan, Untuk referensi media patung akan kami libatkan mbah Jaya asal magelang, dia seorang seniman supranatural  dan pernah mendapat penghargaan dibeberapa Negara dalam membuat patung. Sementara untuk media lukisan ada Bahtiar Hafid asal Makassar yang juga sudah melakukan hal yang sama diberbagai daerah di indonesia, paparnya.

"Jadi cara pembuatannya dilakukan dengan penerawangan atau meditasi, dan dilakukan dengan dzikir".

Hamdani Hamdi tepis adanya Kekuatiran kesamaan antara patung dan lukisan yang dibuat, karna kedua supranatural ini saling mengenal, kata dia "keduanya tidak saling mengenal kalaupun keduanya saling mengenal itu karna sama sama menggeluti Profesi ini, tapi untuk kebenaran karyanya tidak pernah diragukan".jelasnya

Jika disepakati peletakan patungnya akan diarahkan kemana? Dani melanjutkan, "Jadi spotnya ini akan didiskusikan kembali, karna kepentingan kita sebenarnya yaitu mengenalkan pada generasi bagaimana sosok Todilaling ini, jadi untuk tempatnya asal strategis, luas dan aman, karna disitu akan ada interaksi sosial, ada proses belajar bagi generasi". Terang Kabid Tarkim Kabupaten Polman.

"Intinya kita mau berbangga, seperti halnya orang makassar yang disana ada Sultan Hasanuddin, Kabupaten Bone punya Arung Palakka, dan di Mandar kita punya Todilaling." Tutupnya.

Sebelumnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Polewali Mandar, menggelar kelompok diskusi terarah Fokus Group Discussion (FGD) di aula cafe dan resto beru - beru Polewali. Selasa, 03 Mei 2016 lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Polewali Mandar H. Darwin Badaruddin, Kepala Disbudpar Polewali Mandar Hj. Nursami Masdar MP, Sekretaris Disbudpar Mustari Mula, Perwakilan Bappeda Moh Jumadeel TP, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Dinas PU daerah serta para tokoh adat, pelaku seni, budayawan dan para awak media yang ada di Polewali Mandar.

Enam titik peletakan tugu yang direncanakan yakni, perempatan jalan todilaling, perempatan kantor daerah/bupati, perempatan jalan kantor Kecamatan Polewali dan Badan Pusat Statistik Polewali, perempatan jalur menuju sport center, perempatan jalur menuju kampus Unasman dan pertigaan jalan gatot subroto belakang kantor KODIM.

Dalam diskusi itu sejumlah usulan dimunculkan peserta, dari aspek tokoh tersebut, Hj. Andi Depu, Todilaling, Daeng Rioso, Imanyambungi, Baharuddin Lopa serta beberapa tokoh mantan Bupati Polewali Mamasa hingga Polewali Mandar.

Untuk simbol budaya diusulkan Perahu Sandeq, Saeyyang Pattuqduq, Pakkacaping, Parrawana. Sementara simbol ekonomi yakni, buah kakao, padi, ikan. Selain itu beberapa kelompok peserta mengajukan nama jenis burung. 

Dari hasil diskusi tersebut, pihak penyelenggara dalam hal ini Disbudpar. Akan membuat tim kecil dari perwakilan peserta yang hadir saat itu yang akan merumuskan ikon - ikon apa sj yg layak tampil di tugu tersebut dan akan menjadi laporan ke Bupati Polewali Mandar . (*MA/Disbudpar/pt/wnd)

PolewaliTerkini.Net