PIFAF 2017

Jumat, 27 Mei 2016

Pihak Penyidik PPA dan BAPAS Sulbar Saksikan
Mengambil Keterangan Korban Pelapor
Pihak Kepolisian Memasuki Rumah Pacar Korban,
Tampak Kursi Tamu Milik Terlapor
POLEWALITERKINI.COM – Hamil diluar nikah adalah salah satu penyebab Kasus pelecehan dan kekerasan seksual sering dilaporkan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Peristiwa terjadinya kekerasan diawali oleh pergaulan bebas dimana  korban atau pelapor sebelumnya menjalin hubungan kekasih dan berakhir hamil diluar nikah, karena kesepakatan antara pihak perempuan dan laki-laki tidak terjadi akhirnya berujung di Polisikan.
Sekitar 2 hari lalu, salah seorang pelajar kelas 1 SMA di Desa Rea Timur, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, inisial R melaporkan pacarnya inisial S warga Dusun Bajoe, Desa Rea Timur, Kecamatan Binuang, ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Reskrim Polres Polman setelah diketahui dirinya hamil 3 bulan dugaan hasil hubungan diluar nikah.
Dalam pemeriksaan awal pada pihak Kepolisian, korban mengaku baru 10 bulan menjalin hubungan kekasih dengan pacarnya S, selama berpacaran terbanyak melakukan “ITU” di rumah pacarnya, bahkan kejadian itu dilakukan tak bisa diingat berapa kali terjadi hingga berakhir hamil 3 bulan.
Setelah pihak keluarga mengetahui hubungan ini, kedua belah pihak melakukan kesepakatan, informasi yang dihimpun dari penyidik Unit PPA Kepolisian Resort Polman, pihak perempuan meminta "UANG PANAI" sebesar Rp. 15.000.000 dan akhirnya turun menjadi Rp. 5.000.000 dan akhirnya pihak Lelaki meminta Rp. 1.000.000 untuk proses pernikahan.
Permintaan pihak laki-laki ini ditolak pihak perempuan dan berakhir pihak Korban/Perempuan melaporkan pacarnya pada pihak Kepolisian, karena masih di bawah umur pihak Kepolisian akhirnya menerima laporan dan melakukan penyelidikan terkait kasus itu.
Pihak Kepolisian menyikapi masalah ini langsung melakukan pemeriksaan awal kepada Korban R, dan pada sabtu malam, 26 Mei 2016 pihak Kepolisian di pimpin langsung Kasat Reskrim AKP Jeifson Sitorus, S.H melakukan jemput paksa di wilayah dusun Bajoe, Desa Rea Timur, Binuang, sayangnya terlapor tidak berada di rumah.
Kasat Reskrim akhirnya perintahkan Unit Operasional untuk menjemput terlapor di wilayah Pekkabata, Pinrang, Sulawesi Selatan. Hingga berita ini diterbitkan polewaliterkini.com belum meminta perkembangan hasil dari kasus ini.
Kasat Reskrim tambahkan, untuk kasus kekerasan dan pelecehan seksual ini ada banyak terjadi di wilayah hukum Polres Polman. Ini adalah kejadian yang sebelumnya ada terjadi dimana pelapor sebelumnya menjalin hubungan kekasih dan berakhir di laporkan kepada pihak Kepolisian. Meski demikian karena aturan pihak Kepolisian akan melakukan proses hukum sesuai amanat Undang-undang Perlindungan Anak.
 Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net