PIFAF 2017

Kamis, 12 Mei 2016

Kades Banato Rejo Wakidi MemeriksaTernak Ayam Miliknya
Ternak Ayam Petelur ini Bisa Membantu Ekonomi Warga
POLEWALITERKINI.COM - Telur selalu diidentikan sebagai makanan murahan, makanan orang kecil. Namun siapa sangka telur ayam bras yang diternak sejumlah warga itu justru menjadi pendapatan tambahan keluarga. Kades Banato Rejo, Tapango Polman. Wakidi sudah membuktikannya.

Waktu sudah menjelang Ashar. Kesibukan sebagian Ibu-ibu rumah tangga di wilayah Desa Banato Rejo, Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tampak terlihat di kandang  ayam petelur miliknya yang ukurannya tidak luas.

Salah satu wanita muncul dengan membawa rak berisi telur. Menurut Wakidi, Istrinya juga disore hari  sibuk mengurusi ternak ayam petelur. Hampir setiap hari mengumpulkan telur ayam.

"Dulu Ibu-ibu ini tak memiliki kesibukan karena hanya ibu rumah tangga, disore hari kadang hanya istirahat atau mencari kesibukan lain namun tak memiliki nilai ekonomis." ujar Kades Banato Rejo Wakidi.

Tak kalah membosankan, sebelum beternak ayam petelur atas dorongan Kades Wakidi, para ibu-ibu bingung mencari kegiatan tambahan ekonomi keluarga. Namun saat ini mereka sudah memiliki penghasilan setiap harinya.

"Dulu tak memiliki kegiatan, makannya perasan bosan muncul. Sekarang sudah memiliki usaha, meski warga belum seluruhnya beternak. Pendapatan warga yang istrinya memelihara ayam petelur sudah ada setiap hari. Bahkan ibu-ibu ini merasa tak perlu dibantu suaminya mengelolah."kata Kades Banato Rejo Wakidi.

Sang Kades, Wakidi menjelaskan, dulu berpikir bagaimana meringankan ekonomi warganya yang jumlahnya  sekira 577 Kepala Keluarga, bekerja bertani. Namun semenjak bertemu salah satu tenaga Ahli peternakan ayam petelur, ibu-ibu ini sudah mulai melihat keuntungannya.

Lewat tangan Kades Wakidi, sejumlah warga bisa terbantu, untuk 1 KK bisa memelihara ayam petelur 150-200 ekor dan mendapatkan hasil per hari sekira Rp. 70.000. Kebanyakan warga yang tinggal di sini adalah petani, dan targetnya 50% dari 577 KK diharapkan beternak.

"Di wilayah Desa ini merata warganya petani, jadi masyarakat bisa memelihara ayam petelur 150-200 ekor per KK. Hasilnya Rp. 70.000 per hari dalam sebulannya capai Rp. 2.100.000, bapaknya kerja diluar ibunya kerja ringan dirumah, kedepannya anak-anak mereka terpenuhi kebutuhan ekonominya." papar Kades Banato Rejo Wakidi.

Masalah Kesejahteraan Sosial selalu erat kaitannya dengan kemiskinan. Tak heran jika banyak di kampung yang letaknya jauh dari kota Polewali itu bigung mencari kegiatan, tapi kuat bekerja dan mau diatur.

Ternak Ayam Petelur Bisa Membantu Ekonomi Warga

Sore itu Kades Banato Rejo Wakidi mengajak ke kandang ayam petelur milik istrinya di sudut belakang rumahnya. Ketika sampai, istrinya masih sibuk memindahkan telur ke rak yang sudah ada.

"Setiap hari sebagian Ibu-ibu belum beternak mendatangi kandang ayam petelur milik istrinya. Seminggu dua kali  ke sini, sebagian belajar dan melihat hasilnya."

Tidak hanya itu, mereka sebagian pertanyakan biaya pembuatan kandang sekaligus ayam petelurnya dan biaya tambahan lain.

"Jadi untuk kandang kapasitas 100 ekor beserta ayamnya biayanya kurang lebih Rp. 15.000.000, untuk 200 ekor ayam petelur biayanya Rp. 30.000.000. dan selama 2 tahun bisa menghasilkan Rp. 90.000.000."

Laporan  :  Sukriwandi