PIFAF 2017

Jumat, 13 Mei 2016

Rudi Hartono (Penggiat Anti Korupsi)
POLEWALITERKINI.COM - Tuntutan aksi aliansi Mahasiswa dan OKP yang tergabung dalam organisasi kampus yakni, HMI, PMII dan  HMJ perguruan tinggi di Kabupaten Polman, menyambut Kapolres Polman baru. AKBP Adi Wijaya adalah reaksi positif menyikapi persoalan penegakan hukum terutama di dunia pendidikan.  

Salah satu alumni Mahasiswa IAI DDI Polman sekaligus penggiat Anti Korupsi. Rudi Hartono mengatakan, reaksi mahasiswa itu merupakan perwujudan perkembangan pendidikan di Kabupaten Polman, mereka membawa semangat idealisme ketika melihat persoalan yang terkait hukum terutama masalah pendidikan bergulir cukup lama dan merugikan masyarakat.  

Dalam aksi Mahasiswa di Mapolres Polman baru ini, tersebut  IAI DDI Polman terindikasi adanya dugaanTindak Pidana Korupsi, sebelumnya sejumlah Mahasiswa dan Alumni IAI DDI Polman masuk sel tahanan karena melakukan pendampingan dalam kasus IAI DDI Polman kemarin.

Tanggapan lain juga muncul dari mahasiswa STKIP dan STIP DDI Polman, salah satu perwakilan dari perguruan tinggi yang melakukan aksi mengatakan, kampus STKIP DDI Polman  dan STIP DDI Polman belum punya payung hukum alias tidak punya izin operasional  sesuai amanat Undang-undang.

Aksi aliansi Mahasiswa dan OKP merupakan seruan moral yang ditujukan kepada peneyelenggara Negara terkhusus penegak hukum dan masyarakat untuk memahami persoalan itu secara serius sebelum merugikan sejumlah pihak.

“Saya pikir seluruh stakeholder pemerintah, kepolisian dan DPR bertindak secara serius dan mengambil sikap sesuai tupoksinya masing -masing  apalagi ini persoalan adanya dugaan KORUPSI yang sudah menjadi musuh bersama dan terjadi di tubuh pendidikan perguruan tinggi, ini sangat disayangkan” Kata Rudi Hartono.

Dia tegaskan, bahwa persoalan IAI DDI Polman, STKIP DDI Polman dan STIP DDI Polman adalah persoalan serius yang terjadi di dunia pendidikan dan saya sangat mengkuatirkan ini merupakan komersialisasi pendidikan.

Laporan  :  Sukriwandi