PIFAF 2017

Selasa, 31 Mei 2016

Ilustrasi
POLEWALITERKINI.COM – Sebanyak 80 orang warga Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terjaring Operasi Yustisi yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Selasa (31/06/2016).
Operasi ini berlangsung di jalan trans sulawesi tepatnya perempatan lampu merah Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, yang dipimpin langsung Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkab Polewali Mandar. Aksan Amrullah, bersama anggotanya.
Dalam operasi itu Polisi Pamong Praja terbanyak menemukan pelanggaran masyarakat yakni, lupa membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Meski demikian petugas Penagak Peraturan Daerah (PERDA) tetap melakukan penilangan dengan surat dan bayar denda langsung.
“Tilang dan bayar denda dan diselesaikan oleh pihak Pengadilan Negeri Polewali, bahkan diputuskan oleh Hakim sesuai pelanggarannya.” Kata Kepala Satpol-PP Polman. Aksan Amrullah, yang ditemui usai melakukan razia KTP.
Razia ini menyusul adanya kebijakan pemerintah pusat yang memberlakukan KTP seumur hidup, maka ditegaskan membawa KTP-nya karna ini juga merupakan kebaikan masyarakat sendiri, sebab masyarakat nanti akan terbiasa bepergian tanpa membawa identitas.
Selain itu sangat penting bagi masyarakat khususnya jika terjadi sesuatu kepada mereka maka tim penolong akan lebih mudah untuk mengenali korban dan mempermudah petugas untuk melakukan tindakan dan secepatnya menghubungi pihak keluarganya.  
''Ini juga merupakan penegakan PERDA yang menjadi agenda rutin bagi Kepolisian Satpol-PP dalam menegakkan Peraturan Daerah di Kabupaten Polewali Mandar, yang dilakukan 3 kali dalam satu tahun. Hal lain agar berdampak posistif di masyarakat, lebih patuh terhadap Peratuaran Daerah yang sadar akan petingnya memiliki dan selalu membawa kartu identitas atau KTP saat bepergian.” Kata Aksan Amrullah.
Sementara itu Ir Zainal warga lantora yang terjaring razia merasa sedikit agak kecewa dengan proses penilangannya, menurutnya seharusnya kalau akan ada operasi KTP ini, jauh sebelumnya harus disampaikan dulu minimal melakukan sosialisasi di kantor desa dan kelurahan, sedangkan ini kita tidak mengetahui sebelumnya jika akan ada razia.
“Masyarakat banyak yang punya KTP meskipun ada juga yang tidak punya, kegiatan ini mana mereka mengetahui dan mereka tidak punya kesiapan karna mereka keluar, ini hanya kepasar dan mereka tidak sempat membawa KTP nya karna cuman kepasar bukan mau pergi jauh.” Katanya dengan nada kesal.
Laporan  :  Erwin Setiawan
Editor       :  Sukriwandi