PIFAF 2017

Sabtu, 28 Mei 2016

Pembangunan Tersendat, Anggaran Dipertanyakan  Warga
Spanduk Terpasang di Pagar Masjid
POLEWALITERKINI.COM – Sejumlah warga pertanyakan Pembangunan Masjid Nurul Huda di Dusun Tondo, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Pasalnya, pembangunan masjid ini dinilai tersendat.
Abdul Samad selaku Imam Masjid Nurul Huda saat ditemui diluar masjid usai melaksanakan shalat Jumat, 27 Mei 2016 mengatakan, masyarakat setempat mulai mempertanyakan kemana anggaran pembangunannya selama ini, pembangunan Masjid Nurul Huda seharusnya tidak tersendat, bahkan masyarakat sekitar tak mendapatkan informasi dari panitia pembangunan.
Akibat tersendatnya pembangunan ini, sejumlah warga melakukan aksi protes, bahkan  warga setempat memasang baleho di pagar Masjid yang bertuliskan Halooo! panitia. pembangunan macet dimana uang Masjid.
Tulisan ini juga sontak  direspon oleh beberapa masyarakat termasuk Imam dan perangkat Masjid lainnya. “Nantipi saya pergi sembahyang subuh baru saya liat itu tulisan, saya pikir ini adalah bentuk kekecewaan masyarakat yang tidak respect dengan pembangunan Masjid, kenapa sampai terhenti tanpa ada kordinasi dan laporan dari Panitia Pembangunan.” Katanya
Pembangunan Masjid ini mandek, namun panitia pembangunan enggan memberikan keterangan kepada masyarakat bahwa pembangunannya macet, meski anggarannya sudah ada. Ujar Samad yang dibenarkan oleh Bendahara Masjid.
“Saya selaku Imam Masjid akan melakukan pertemuan untuk meluruskan masalah ini supaya semua bisa terarah apalagi ini menjelang bulan ramadhan jadi harus secepatnya dikasi clear biar semua jelas dimana puncak masalahnya.” Kata Samad.
Sementara itu, salah satu sekertaris pembangunan Masjid Nurul Huda pada periode 2013 sampai sekarang. Bapak ISA mengatakan, pihaknya juga belum mengetahui terakait  tulisan yang dipajang masyarakat, namun dia berkilah kalau pada pembangunan ini dirinya sudah mengundurkan diri dari kepengurusan pembangunan.
“Sebenarnya saya tahu kenapa mandek karna anggarannya sudah tidak ada, saya minta dibendahara namun bendahara katakan dananya habis, tapi bukan karna  itu saya mundur namun sudah tidak ada jalur kordinasi antara kami, makanya saya mengundurkan diri dari kepengurusan, karna saya merasa antara ketua dan kami sudah tidak ada kordinasi dan singkronisasi terhadap pembangunan masjid makanya saya mundur.” Tegasnya.
Laporan  :  Erwin Setiawan
Editor       :  Sukriwandi