PIFAF 2017

Senin, 13 Juni 2016

Akar Trembesi Dinilai Bahayakan Trotoar
POLEWALITERKINI.COM – Pembangunan trotoar yang sementara dikerjakan sejumlah kontraktor di Polewali Mandar, bakal melengkapi kebersihan kota Polewali, sejumlah orang menenggarai akan bertahan paling lama 2-3  tahun.
Alasannya, pembuatan trotoar itu diatas tanaman (pohon) trembesi yang memiliki pengakaran yang besar dan kuat yang akan mendorong naik sehingga pasangan batu merah sebagai dasar akan pecah nantinya.
Belum lagi jika campuran semen atau spek bangunan tidak sesuai bestek (RAB). Bayangkan pemerintah menganggarkan perkilonya diatas Rp. 500 juta rupiah, sehingga tentu dengan anggaran sebesar itu kesempatan pelaksana dan pemilik pekerjaan memperbaiki kualitasnya.

Demikian disampaikan seorang warga Polewali. Muliadi Ns ketika ditemui. Minggu malam, 12 Juni 2016, ada pengalaman di SMAN 1 Polewali yakni pembangunan halaman, namun beberapa tahun kemudian sejumlah bangunan terbongkar akibat didorong oleh akar kayu besar yang bernama trembesi.
“Kami berkesimpulan bahwa beberapa tahun kemudian akan pecah itu trotoar, kami berharap agar campurannya diperkuat karena pembangunan ini tidak bisa dihindari demi kecantikan kota Pekkabata, Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Terpisah Bupati Polewali Mandar. Andi Ibrahim Masdar saat ditemui di Warkop A Tong beberapa waktu lalu mengatakan, tujuh ruas jalan yang kita bangun trotoarnya, karena tidak mau lagi ada debu disemua jalan seperti jalan Budaya, Gatot Subroto, Manunggal, Budi utomo, KH Agusalim, dan jalan Cokroaminoto.
Kata Andi Ibrahim Masdar, semua aspal akan rapat ketrotoar sehingga tak ada lagi kelihatan tanah, ini juga memudahkan para penyapu pembersih jalan sekitar 100 orang yang dipekerjakan dengan gaji diatas satu juta rupiah.
“Tidak akan terlalu susah menyapu sampah karena tidak ada lagi tanah, semuanya aspal dan cor (rabat beton), kita yang berolahraga pagi dan sore akan terus melihat keindahan dan kebersihan.” Ungkap Bupati Polewali Mandar. Andi Ibrahim Masdar.
Laporan  :  Burhanuddin Haruna
Editor       :  Sukriwandi