PIFAF 2017

Jumat, 03 Juni 2016

Drs H Sa,dong Bani
Babinsa Memberikan Materi Pancasila Kepada Sisswa SD
Armin Badawi Rasyid Spd
POLEWALITERKINI.COM – Tokoh Masyarakat Polman Apresiasi Kegiatan Kodim Polmas Mengajar Nilai Pancasila di Sekolah
Terkait kegiatan Pemberian Materi Pancasila yang dilakukan Kodim 1402/Polmas serta jajaran di sekolah- sekolah mulai tingkat SD sampai tingkat SMA sederajat yang merupakan perintah Pimpinan TNI untuk memperingati hari lahirnya Pancasila 1 juni kemarin mendapat apresiasi positif dari bernagai kalangan masyarakat Polewali Mandar. Kamis(02/06)
Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Polman, Armin Badawi Rasyid Spd  sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Kodim 1402/Polmas yang turun ke sekolah- sekolah mengajarkan pentingnya nilai nilai Pancasila kepada generasi muda saat ini.
Ini penting untuk siswa dan berharap kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan pihak Kodim karena dengan penanaman nilai pancasila secara dini, siswa tidak akan ada yang nakal, tawuran dan pengaruh narkoba atau melakukan tindakan di luar kewajaran," kata dia.
Ia melanjutkan, pendidikan pancasila juga akan menciptakan generasi berkualitas dan berkarakter serta dapat memajukan pancasila.
"Dengan penanaman pancasila ini, mudah-mudahan negara kita bisa maju dengan munculnya para generasi muda yang paham dengan pancasila," jelas dia.
Hal senada disampaikan oleh Tokoh Agama Polewali mandar juga sebagai ketua Forum Komunikasi Ummat Beragam (FKUB) Kabupaten Polewali Mandar Drs H Sa,dong Bani saat ditemui di kediamannya pagi tadi mengatakan  bahwa Zaman modernisasi dan globalisasi telah mempengaruhi kehidupan sehari-hari para remaja. Beragam kegiatan negatif, seperti pergaulan bebas, tawuran, narkoba, dan lain-lain pun erat dengan mereka.
Berbagai macam perilaku menyimpang tersebut didukung oleh sebuah faktor, yaitu rendahnya pemahaman akan nilai Pancasila pada diri mereka.
Hal tersebut menjadi acuan bahwa nilai kepancasilaan mulai luntur di kalangan pelajar. Sebagai contoh pada kasus tawuran, jika kita cermati, jelas sangat bertolak belakang dengan Pancasila. Karena pada hakekatnya Pancaila merupakan alat pemersatu bangsa, dan aksi tawuran justru bertolak belakang dengan hal tersebut.
“Jika dibiarkan berlarut-larut, persoalan seperti ini tidak akan pernah terselesaikan, Pelajar yang seharusnya mengamalkan Pancasila justru melakukan kegiatan yang bertolak belakang dengan nilai yang ada di dalamnya” Ucapnya
Langkah yang dilakukan oleh Kodim 1402/Polmas dengan jajaran sangat bermamfaat bagi remaja agar kedepan dapat  menciptakan generasi berkualitas dan berkarakter serta dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila.(*/2105/pt)