PIFAF 2017

Selasa, 14 Juni 2016

POLEWALITERKINI.COM - Badan Ketahanan Pangan Propinsi Sulawesi Barat, melakukan Operasi  pasar selama Bulan Ramadhan. Pasalnya, banyaknya makanan yang diperjual belikan di pasar dan supermaket diduga banyak mengandung bahan pengawet dan sejenisnya yang bisa membuat kesehatan manusia  terganggu.
Pihak ketahanan pangan proVinsi Sulawesi Barat, melakukan pemantauan makanan dan sembako di pasar sentral Pekkabata dan memasuki beberapa toko modern seperti alfa midi dan alfa mart di Polewali Mandar. Selasa, 14 Juni 2016.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat. H. Bahtiar, usai memantau sembako di pasar mengatakan, pihaknya selama Bulan Ramadhan intens turun di pasar dan toko -toko modern diderah. Sejauh ini sudah dua daerah yang dikunjungi seperti, Majene dan Polman.

“Sidak kesejumlah pasar di Sulbar intens pasca ramdhan, tujuannya memantau keadaan dan kondisi bahan pokok atau makanan yang diperjual belikan pada konsumen.” Kata H. Bahtiar.
Pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, inginkan semua komponen masyarakat menjaga kesehatan terutama makanan yang dibeli di pasar modern dan tradisional, sehingga konsumen bisa terhindar dari makanan berbahaya yang mengandung bahan formalin dan sejenisnya.
Berdasarkan hasil pantauan di supemarket untuk daerah Polman dan Majene, petugas menemukan jenis buah mengandung zat lilin, seperti apel yang berwarna merah asal luar negeri, “itu kan perjalanannya lama baru sampai di negara kita, makanya dia menggunakan zat lilin tersebut  untuk mengawetkan buah itu.”Katanya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat. H. Bahtiar, menyarankan konsumen saat ada keinginan memakan atau mengonsumsi jenis buah apa saja, sebelumnya dibersihkan dengan air dulu kemudian dikupas kulitnya, ini adalah langkah menjaga kebersihan dan kesehatan.
Meski ditemukan pihaknya tak berkewenangan melakukan penindakan, terkait stok bahan pokok. Kata Bahtiar, stok masih dijamin aman hingga hari raya termasuk juga kebutuhan lainnya masih stabil dan normal.
Laporan  :  Erwin Setiawan
Editor       :  Sukriwandi