PIFAF 2017

Jumat, 03 Juni 2016

Ilustrasi
POLEWALITERKINI.COM – Jakarta - Penentuan hilal bulan syawal adalah salah satu aktivitas penting yang dilakukan lembaga hisab, guna menentukan acuan permulaan bulan dalam kalender Islam, seperti dilansir Beritacenter.COM.
Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hilal untuk menentukan awal Ramadan 1437 akan sulit terlihat di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan, hilal akan sulit terlihat karena di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah akan cenderung berawan, apalagi ditambah intensitas curah hujan yang tinggi.
"Tampaknya di sebelah barat bagian Indonesia sampai Kalimantan akan cenderung berawan, karena hujannya akan sangat tinggi. Sehingga hilal kalau di sebelah barat dan tengah akan tertahan," ujar Andi di Kantor BMKG, Jalan Angkasa, Kamayoran, Jakarta, Jumat, 3 Juni 2016.
Untuk itu, Andi menyarankan agar sebaiknya Kementerian Agama (Kemenag) memilih wilayah Indonesia bagian timur untuk dapat melihat hilal.
"Di sebelah timur lebih mempunyai kesempatan (lihat hilal), karena ada kendala curah hujan di sebelah barat dan tengah," katanya. (3/6/2016). (*****)