PIFAF 2017

Kamis, 16 Juni 2016


POLEWALITERKINI.COM - Seperti yang disampaikan oleh kepala MTs DDI Fhatul Amin Matakali Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat mengatakan, bahwa di sekolah yang pimpinnya mengutamakan anak didik belajar mengaji dan pembinaan akhlak sehingga bisa telorkan anak didik berkualitas dan bermoral.
Hal ini diungkapkan Ust. Lahaiyya S.Ag, saat membawakan kultum ceramah singkat Ramadhan di Masjid Birr Ali Kompleks kantor Bupati Pemerintah Polewali Mandar pada malam ke 11 Ramadhan. Rabu, 15 Juni 2016.
“Ini sesuai dengan program pemerintah daerah yang diharapkan para generasi kita tidak buta aksara Al Qur'an dan terus menyemarakan siar islam dengan modal tammat ngaji minimal anak itu kelak bisa jadi Qari dan qari'ah serta bisa menjadi imam kelak dan menjadi pemuka agama.” Ungkap Ust. Lahaiyya S.Ag.
Dalam kultum tarawih ceramah singkatnya, kemajuan sekarang ini, kalau anak terlepas dari bimbingan orang tua, tanpa modal agama maka gampang terpengaruh dengan kehidupan moderen yang serba glamour.
Dia contohkan, kecil saja saat ini mereka larut dengan budaya luar, budaya agama lain yang sering membunyikan mercong, petasan dan membakar kembang api yang kita tau adalah budaya dan serimonial agama lain, islam tidak diajarkan demikian.
Juga saat ini mereka gemar balap liar dan menjadi pecandu barang haram (narkoba) dan minum minuman keras, itu dikarenakan karena orang tua tidak membekali anaknya dengan pengetahuan agama.
Mereka gampang dipengaruhi budaya luar yang tidak islami dan itu bahayanya saat ini, sangat berdampak karena jika tak mampu membeli jenis narkoba, mereka alihkan ngisap lem fox dan minum obat komix yang oper dosis dan akhirnya mabuk (play).
Untuk itulah kata Lahaiyya disekolah kami diajarkan Al Qur'an hingga bisa baca tulis sebagai modal anak kita menuju dunia baru dunia masa depan yang penuh tantangan.
Dia tambahkan, di sekolah kami, tidak diperbolehkan anak anak merayakan kelulusan dengan mencoret coret baju dan berkompoi naik motor, karena itu kesombongan dan bila ada siswa yang ketahuan ikut ikutan maka saya persulit Ijazahnya keluar. Tandas Ustas Lahaiyya.
Laporan  :  Burhanuddin Haruna
Editor       :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net