PIFAF 2017

Selasa, 07 Juni 2016

Oleh: Ilham Muslimin

1
2
POLEWALITERKINI.COM - Tanggal 4 Juni 2016 menjadi sejarah bagi mahasiswa Polewali Mandar, terkhusus bagi mereka yang menempuh study di kota Pendidikan Yogyakarta ini. Bagaimana tidak, pembaharuan program kerja dari kepengurusan Ikatan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar Yogyakarta (IPMPY) yang sangat diimpikan oleh sebahagian besar mahasiswa, pada akhirnya terwujud. Hal tersebut bisa dilihat dengan dilangsungkannya Musyawarah Besar (MUBES) IPMPY VIII.
Dalam perjalanannya, MUBES IPMPY ini seharusnya dilaksanakan pada bulan maret, tetapi banyak yang menuai kendala, karena kesibukan pengurus yang begitu padat jadwal kuliah sehingga harus di tunda sampai bulan Juni.
Berawal dari kegelisahan mahasiswa – mahasiswi Polewali Mandar yang peduli tentang pentingnya suatu wadah pemersatu, MUBES IPMPY “dipaksa” muncul kepermukaan. Bagaimana tidak kondisi kepengurusan sudah saatnya pergantian pengurus, dan sudah tidak stabilnya internal pengurus. Nampak begitu jelas bahwasanya sebahagian besar pengurus sibuk dengan urusan pribadi masing – masing seperti kuliah, kerja dan semacamnya. Realitas  seperti inilah yang kemudian mendorong utuk tetap dilaksanakannya MUBES IPMPY VIII.

Pada MUBES IPMPY VIII ini dilaksanakan di Baruga Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa S.H, tepatnya di Asrama Todilaling Yogyakarta yang bertajuk “ Membangun Kesadaran Kolektif dan Mengoptimalkan Kinerja dalam Berorganisasi”. Pada persiapan MUBES kali ini pesiapan hanya satu minggu. Dengan Ketua Muh. Yusuf, segala pesiapan MUBES pun diadakan. Mulai dari tempat pelaksanaan MUBES, waktu dan estimasi dana.
Adapun pada acara MUBES pada kali ini, acara seremonial pembukaan dilaksankan tepatnya pukul 16.00 WIB, dengan dihadiri dari mahasiswa Polewali  Mandar sebagai peserta tetap serta dari IPM lain se Sulawesi Barat sebagai peserta peninjau. MUBES IPMPY kali ini dibuka oleh sekjend IKAMA SULBAR YK (Ikatan Keluarga Mahasiswa Mandar Sulawesi Barat - Yoguakarta) yakni saudara Munifa Tauhid (mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN SUKA).
Dimana dalam sambutannya bahwasanya IPMPY ini adalah wadah yang harus di jaga eksistensinya sebagai wadah bagi mahasiswa Polewali Mandar, karena disinilah tempat proses yang begitu banyak melahirkan para intelektual dan pemimpin. Contohnya di IKAMA SULBAR YK dalam dua periode di tunggangi mahsiswa Polewali Mandar, yakni pada MUBES IKAMA II saudara Kiraman Kamaluddin dan Andi Mappatunru yang lahir dari rahim IPMPY sehingga wadah ini harus di tatap dikembangkan kata sekjend IKAMA SULBAR YK, yang juga bearasal dari Polwali Mandar.
Dalam MUBES IPMPY VIII ada V Pleno yakni Pleno pertama pembahasan tatib yang dipimpin sidang sementara yakni Muhammad Ridhal Rinaldy (mahasiswa Fakultas Hukum UIN SUKA), Firmansyah (mahasiswa Fakultas Hukum UAD), dan Ilham Muslimin (mahasiswa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta). Sedangkan pleno II sampai V pimpinan sidang tetap dipimpin oleh saudara Edi Kurniawan (mahsiswa asal Mamuju), Ihwan kerap disapa Tubles (mahasiswa asal Majene), dan Muhammad Ishak (mahsiswa asal Majene). Persidangan ini berlangsung selama 14 jam mulai dari pukul 17.00 – 07.00 Wib.
Suksesnya MUBES IPMPY VIII ini, ditandai dengan terpilihnya formatur Ketua Umum IPMPY periode 2016 – 2018 saudara Andi Dwiki Nursada Masdar (mahasiswa UII Fakultas Hukum) secara aklamasi, dikarenakan disaat pemilihan bakal calon saudara Dwiki  memperoleh 47 suara dari jumlah pemilih 57 sementara 10 suara dibagi dari 8 nama bakal calon, sehingga  hanya satu nama yang memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua umum.
Dimana dalam Tata Tertib persidangan pasal 14 tahap pencalonan ayat 2 menerangkan bahwa Bakal calon dinyatakan sah apabila memenuhi pasal (1) dan didukung minimal 7 suara serta menyatakan kesediannya untuk menjadi formatur / Ketua Umum selanjutnya.
Dan ini pertama kali dalam sejarah IPMPY yang di ikuti peserta yang begitu banyak yakni 57 peserta dan ketua terpilih secara aklamasi. Pemilihan pun berlangsung sangat demokratis dan penuh kekeluargaan.Hal ini cukup menandakan bahwa mahasiswa – mahasiswi Polewali Mandar yang sedang menempur study di Yogyakarta memiliki semangat dan inisiatif besar dalam membentuk serta mengembangkan organisasi daerah di Yogyakarta sebagai awal untuk melatih serta menciptakan organisatoris yang ideal dalam mengembang amanah, yakni organisasi besar nantinya, mayarakat, Negara dan Bangsa.
Terlaksananya Musyawarah besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar Yogyakarta semoga menjadi penyemangat bagi teman – teman mahasiswa untuk menjalankan organisasi tingkat kabupaten sebagai bentuk pengabdian mahasiswa sebagai bagian civil society terhadap daerah. Tentunya segenap pihak berharap agar nantinya ikhtiar pengabdian ini bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa, khususnya bagi daerah Polewali Mandar
Penulis  : Mahasiswa Tata Kelola Seni Institut Seni Indonesia (ISI)Yogyakarta, aktif  sebagai salah satu Pengurus IKAMA SULBAR YK periode 2014 – 2016 (Kordinator Pengembangan Minat dan Bakat).