PIFAF 2017

Rabu, 08 Juni 2016

Luka Rahmania Pada Bagian Kepala
Suami Korban di Periksa Polisi
Rahmania Memberikan Keterangan di Depan Polisi
POLEWALITERKINI.COM – Satuan Reskrim Kepolisian Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tengah melakukan pemeriksaan terkait laporan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang terjadi di Lingkungan Labasang, Desa Tonrolima, Kemacatan Mataki, Polewali Mandar. Rabu (8/6/2016).
Menurut korban Rahmania alias Mama Mala (26) kepada wartawan, kejadian ini berlangsung sekira jam 11.00 wita, saat suaminya Ahmad alias Ammang alias Bapak Mala (32) pulang bekerja sebagai pekerja bangunan bermaksud makan siang karena tak berpuasa, alasan puasa sehingga makanan tak disiapkan menjadi penyebab suaminya marah.
“Memang dia mau makan, tapi pada saat anaknya makan siang tiba-tiba dia marah dan melakukan penganiayaan terhadap diri saya, apalagi bulan puasa wajar kalau makanan tidak ada.”Kata Rahmania di depan Polisi.
Emosi pun tak terbendung dan naik, spontan suaminya langsung menendang istrinya 3 kali pada bagian kemaluan dan mengambil sapu selanjutnya memukul 2 kali pada bagian kepala sehingga menyebabkan luka robek dan bocor.
“Saya pasti Laporkan pak suamiku, karena penganiayaan, bayangkan saya ditendang 3 kali pada bagian kemaluan dan dipukuli 3 kali dengan mengunakan sapu ijuk hingga menyebabkan kepala mengalami luka robek dan bocor pada bagian kepala.” Kata Nia di Depan Polisi.
Bukan itu saja, didepan pihak penyidik Reskrim Kepolisian Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rshmania mengaku sering mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga sebelumnya, kata nia, terkadang tiba-tiba suaminya marah dan melakukan kekearasan.
Merasa tak tahan dengan perlakuan suaminya, Rahmania ditemani oleh Orang tuanya langsung mendatangi ruangan SPKT Polres Polman untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Setelah polisi menerimah aduannya, sekitar sore hari petugas polisi menjemput pelaku di lingkungan Labasang, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam kasus ini Rahmania disarankan melakukan perdamaian, namun karena masih lihat sedih dan sakit sehingga di depan polisi mengaku belum bersedia untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Meski demikian perasaan saying terhadap suami masih besar.
"Saya masih mau kembali sama suamiku pak mengingat ada anakku 2 orang dari 8 tahun masa pernikahan saya, hanya saja saya takut kalau dia marah lagi dan memukuli saya atau nanti saya dibunuh." Katanya.
Laporan   :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net