PIFAF 2017

Rabu, 15 Juni 2016

Bayi Hasna Masih Dirawat di Inkubator
POLEWALITERKINI.COM - Seorang Ibu rumah tangga asal Desa Bakka-bakka, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melahirkan anak ketiganya melalui proses cesar di RSUD Polewali sempat khawatir lantaran tak punya biaya bayar perwatannya dan putrinya.

Hasna 41 Tahun minggu lalu melahirkan seorang putri melalui operasi cesar di RSUD Polewali namun ia tidak memiliki biaya untuk membayar biaya rumah sakit tersebut, ia juga tidak memiliki Jamkesmas yang baru, karena jamkesmasnya yang lama sudah tidak berlaku karena sudah berpindah domisili.

Pemerintah Desa Bakka-bakka yakni, Darwis selaku Kepala Desa Bakka-bakka yang ingin membantu biaya rumah sakit Ibu tiga anak itu menuturkan, bahwa Hasna susah dibantu jika dana Desa yang diharapkan ini lantaran Ibu ini tidak ber KTP  Polman lagi melainkan ber KTP Kendari.

"Jalannya untuk kita bantu melalui dana Desa itu tidak ada karena bukan warga disini meskipun Ibu ini besar disini dan orang tuanya pun memang tinggal di Bakka-bakka". Tutur Darwis Kades Bakka-bakka.

Jadi kita coba berembuk dulu dengan keluarga terkait dengan biaya perawatan ibu dan bayinya ini, apalagi dengan adanya keringanan dari pihak rumah sakit.

"Mudah-mudahan keluarga bisa menutupi sisa biaya yang tetap harus dibayarkan, kalau perlu kita patungan menutupi ongkos rumah sakit, saya siap sendiri siap membantu Rp, 500.000,". tambah Darwis.

Sementara itu, Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa biaya perawatan ibu dan bayinya ini selama dirawat lima hari itu Rp. 6.500.000, kita kasih kebijakan dari rumah sakit itu dikurangi pembayarannya menjadi Rp. 3.500.000 saja yang harus dibayar.

"Sebenarnya sudah satu minggu ibu dan bayinya ini dirawat tapi kita kurangi lagi dua hari dan biaya perawatan nya kita kurangi juga tiga juta dan sisa nya harus dibayar karena banyak bahan medis yang dibutuhkan saat operasi, " Jelas dr. Anita kepala bidang pelayanan RSUD Polman.

Sementara itu,  A, Mujib asisten I bidang pemerintahan dan kesra pemkab Polman ketika dimintai keterangan menuturkan tak bisa membantu karena yang bersangkutan ber KTP daerah lain.

"Kita tidak bisa bantu karena KTPnya KTP kendari meskipun dia lahirnya di Polman dan pernah berdomisili di Polman, karena APBD kita hanya bisa membantu warga yang ber KTP Polman". Tutur Amujib

Hasna sendiri mengaku sering bolak balik Polman-Kendari Sulawesi Tenggara karena dirinya bersama suami belum punya rumah di Kendari karena pekerjaan sang suami hanya seorang buruh kasar, meskipun sudah dibolehkan pulang hari ini. Rabu 15 Juni 2016.

Tetapi Hasna masih menyisakan ongkos biaya perawatan di rumah sakit, sehingga dirinya mengharapkan uluran tangan dari masyarakat yang ingin membantunya, sementara untuk bayinya masih menjalani perawatan di ruang Inkubator.


"Saya asli orang Bakka Bakka lahir dan besar disana, orang tua dan keluarga saya di Bakka Bakka semuanya, tetapi saya bersuami orang Kendari jadi saya ikut suami sedangkan pekerjaan suami saya hanya buruh kasar kasihan, " ujar Hasna memelas.(*****)

PolewaliTerkini.Net