PIFAF 2017

Senin, 13 Juni 2016

Papan Program dan Salah Satu Lokasi Pembangunan Trotoar
POLEWALITERKINI.COM – Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Polman angkat bicara terkait pembangunan trotoar yang sementara dikerjakan sejumlah kontraktor di Polewali Mandar, dimana sejumlah orang menenggarai akan bertahan paling lama 2-3  tahun.
Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Polman, Husain Ismail mengatakan, pihak Bina Marga DPU Polman dalam pembangunan itu memilih dua pilihan sulit, pasalnya ada aturan tak membolehkan merusak tanaman di badan jalan sesuai Undang-undang no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Disisi lain terkait jalan Damija (Daerah Milik Jalan), ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu yang dikuasai oleh pembina jalan dengan suatu hak tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Daerah milik jalan di peruntukan bagi daerah manfaat jalan dan pelaksanaan maupun penambahan jalur lalu lintas dikemudian hari serta kebutuhan ruang untuk pengamanan jalan.
“Pembangunan trotoar ini masih Damija sampai kesaluran, jika mengacu pada Damaja (Daerah Manfaat Jalan), tentu lebih luas lagi, tentu masalah yang ditimbulkan akan dibicarakan kembali.”Kata Husain Ismail saat ditemui wartawan.
Pihak Bina Marga DPU Polman juga mendapat desakan terkait penilaian Adipura, dimana tuntutan kelengkapan jalan menjadi salah satu kategori dalam penilaian.
Meski penilaian itu adalah kendala pihak lapangan, membuat beberapa titik pohon terembesi yang besar pembangunan trotoarnya ditunda sambil dibahas kepada semua pihak yang berkompeten.
“Terkait dengan akar terembesi itu, itukan artinya pertumbuhannya mungkin makin keatas, untuk melebar mungkin itukan trotoar tidak terlalu mengalami kerusakan hingga 3-4 tahun kedepan.”Kata Husain Ismail.  
Untuk melakukan antisipasi dampak kerusakan itu, pihak Bina Marga DPU Polman sudah menyiapkan pada setiap pembangunan ada anggaran pemeliharaan rutin begitupun dengan jalan.
“Adakan pemeliharaan rutin, sama jalan, artinya tidak langsungki membangun, rusak-rusak kecil langsung kita benahi proyek kita ini, harus seperti itu memang pembangunan, harus disertai dengan pemeliharaan rutin, seperti bundaran yang ditabrak hingga rusak selalu dibenahi.”
Laporan  :  Sukriwandi
Advertising