PIFAF 2017

Selasa, 21 Juni 2016

POLEWALITERKINI.NET - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertiggal (Ditjen PDT) terus mendorong pengentasan daerah tertinggal di Indonesia, salah satunya dengan memacu masyarakat untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki di daerah pantai dengan memberikan peralatan dan modal budidaya keramba apung.

Kabupaten Situbondo secara geografis berada di pesisir pantai. Inilah mengapa pemerintah ingin agar potensi laut dapat digunakan secara maksimal, diantaranya dengan bantuan keramba apung ini,” ujar Singgih Wiranto, Minggu (19/6).

Dirjen PDT mengakui animo masyarakat cukup tinggi untuk terlibat dalam peningkatan ekonomi perikanan setelah adanya pemberian keramba apung. Oleh karena itu, Singgih cukup optimis hal ini dapat meningkatkan status Situbondo keluar dari kategori kabupaten tertinggal.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Kita harap ke depan Situbondo bisa lebih maju,” sebutnya.


Kabupaten Situbondo hingga saat ini masih masuk dalam daftar kabupaten tertinggal bersama tiga kabupaten lainnya di Jawa Timur, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Bondowoso. Menurut Dirjen PDT, rata-rata IPM yang berada di bawah standar rata-rata nasional menyebabkan kabupaten yang memiliki semboyan “Bumi Shalawat Nariyah” tersebut masih termasuk dalam kategori tertinggal.

Situbondo memiliki masalah fiskal, yakni Pendapatan Asli Daerah atau PAD-nya masih minim, sehingga ketergantungan terhadap pusat tinggi. Apalagi IPM-nya masih berada di bawah rata-rata.,” ujarnya.

Selain pemberian bantuan keramba apung, Singgih Wiranto menyebutkan bahwa dana desa juga memiliki andil besar dalam meningkatkan status Situbondo dari kategori tertinggal. Sehingga penggunaan sesuai prioritas yang diatur oleh Peraturan Menteri Desa Nomor 21 Tahun 2015 harus dijalankan dengan baik dan tepat.

Di sini dana desa sudah digunakan untuk membangun tempat penampungan dan pencucian ikan serta perbaikan infrastruktur seperti jalan desa dan talut pencegah banjir,” kata Singgih.

Ditjen PDT pada 2015 silam telah mengucurkan anggaran senilai 10,2 miliar untuk pengetasan kabupaten tertinggal. Jumlah itu diantaranya digunakan untuk bantuan keramba apung sebesar 6,7 miliar, peningkatan produksi jagung senilai 578 juta, dan 1,2 miliar untuk 35 unit sepeda roda tiga sebagai sarana angkutan produksi.


Sementara itu, Ketua Kelompok Budidaya Ikan Tanjung Doso, Dusun  Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kris Santoso menyampaikan terimakasih atas bantuan yang telah di berikan oleh kementerian Desa PDTT.

"Kami sangat berterima kasih kepada kemendesa PDTT atas bantuan modal dan peralatan dari kementerian desa Tertinggal, ini sangat membantu kami para kelompok keramba apung," kata Kris.

Ia mengatakan di tempat budidaya ikan ini ada empat kelompok yang menerima bantuan dari dirjen PDTT dan tahun kemarin Kelompoknya mendapatkan bantuan satu unit keramba jaring apung, satu penerangan, satu jukung, satu mesin penggiling tepung, satu oven sama mesin pembuatan pelet.

Kris mengakui modal dan pengetahuan ketrampilan menjadi kendala masyarakat untuk membuka usaha budidaya ikan kerapu ini.

"Setelah kami di kasih modal, peralatan dan pengetahuan kami mulai bisa memaksimalkan potensi usaha yang ada di wilayahnya, dulu kan kami belum terpikirkan, sekarang alhamdulillah kami berwirausaha dan dapat keuntungan, alhamdulillah ekonomi kami ikut terangkat," ujarnya.

Selain ikan kerapu yang dibudidayakan, peternak ikan juga membudidayakan ikan bawal bintang dan ikan kakap putih. Kris berharap, menteri desa dan kementerian lainnya bisa memberikan solusi yang menjadi kendala saat ini yakni sulitnya memasarkan hasil dan harga yang sering jatuh.

"Kami berharap pak menteri marwan mencarikan solusi Supaya pasar kerapu tidak terlalu sulit dan harganya lebih bagus dari sekarang, sehingga petani ikan disini bisa mendapatkan hasil yang lebih bagus dan lebih sejahtera," harap kris.

Sementara itu kepala desa Klatakan Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo, Yoyok Hermanto mengatakan bantuan yang diberikan oleh kementerian Desa PDTT dirasakannya telah merubah kesejahteraan warganya.

"Masyarakat yang tadinya tidak memiliki keramba ikan sekarang sudah memiliki keramba, dan tentunya ini sangat berdampak pada perubahan ekonomi di masyarakat" katanya.

Perubahan dari segi kesejahteraan ekonomi juga sangat dirasakan oleh warganya, bahkan hampir semua peternak ikan keramba apung ini bisa punya kendaraan.

"Sekarang ekonominya sudah pada maju, sangat berbeda sebelum adanya bantuan. Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki motor sekarang sudah pada punya," ujarnya

Kepala desa Klatakan ini sangat yakin tiga sampai lima tahun yang akan datang. Para pemilik keramba apung dan anggotanya akan memiliki mobil hasil dari budidaya tersebut.

"Kalau sesuai dengan harapan dan yang di atas (Alloh SWT) mengijinkan tidak sampai lima tahun, saya yakin Desa kami khususnya warga dusun gundil akan banyak yang punya mobil," yakin Yoyok.


Sementara itu Dana desa digunakan untuk membuat beberapa infrastruktur seperti betonisasi dan pavingisasi jalan, MCK dan PPT (penangkis Penahan Tanah) untuk menahan tanah dari abrasi laut.

"Jalan jalan di desa kami sekarang sudah mulai berubah, satu persatu dusun kalo habis hujan sudah tidak becek lagi," ungkapnya.

Ia menambahkan kalau saja Dana Desa sudah ada dari 10 tahun yang lalu. Mungkin masyarakat desa kami sudah maju, ekonominya lebih berputar dan tak perlu mengajukan proposal. Karena saya rasa dari Dana Desa saja sudah cukup untuk mencovernya.

Info Menteri Desa, PDTT/Sukriwandi