PIFAF 2017

Selasa, 14 Juni 2016

Drs. H. Saddong Bani
POLEWALITERKINI.COM – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Drs. H. Saddong Bani dalam kultum ceramah tarawih singkat di Masjid Agung Syuhada Polman juga menyampaikan agar tidak mengotori bulan suci ramadhan dengan ledakan petasan.
Letusan petasan saat pelaksanaan sholat tarawih disejumlah Masjid di Polewali Mandar sangat jelas menganggu proses pelaksanaan ibadah tarawih pada malam hari, sangat lucu jika kaum muslimin yang melaksanakan ibadah puasa yang melakukan perbuatan itu.
“Begini bapak dan ibu bahwa ini bulan adalah bulan suci ramdhan, yang lucu bulan suci ini yang kotori adalah kaum muslimin itu sendiri dengan meledakkan petesan pada pelaksanaan ibadah pada malam hari setelah buka puasa, tolong petasan-petasan jangan dibunyikan.” Kata Drs. H. Saddong Bani.
Dia ceritakan pengalaman lebaran di Tanah Suci, dimana suasana di Negara itu tak terdengar ada petasan pada pelaksanaan hari-hari besar Islam, sehingga H. Saddong Bani menghimbau kepada para Jamaah agar memberikan peringatan kepada anak-anaknya agar tak meledakkan petasan.
“Itu di Makkah pada hari lebaran tak ada petasan, jadi diingatkan dan diperingati itu pak, ibu jangan-jangan meledakkan petasan, tentu yang melakukan itu adalah anak kita sendiri, sehingga diharapkan diperingati dan dibatasi memberikan fasilitas agar tak mengganggu pelaksanaan ibadah tarawih.” Katanya.
Selain ledakan petasan di sejumlah Masjid di Polewali Mandar, gangguan suara bising kendaraan juga menjadi masalah yang terkadang mengganggu proses pelaksanaan ibadah puasa, hampir seluruhnya yang melakukan adalah anak-anak kita semua.
“Mohon maaf pak, tahun lalu saya diundang salah satu keluarga kekecamatan, saya tarawih disana, sementara imam memimpin proses sholat tarawih terdengar suara ledakan petasan menyusul suara gas motor yang berulang, akibatnya imam saat itu salah membaca ayat.” Tutur H. Saddong.
Tentu tanpa kesadaran dari diri sendiri kebiasaan itu sangat sulit dihilangkan, meski pihak petugas Kepolisian turun langsung kelapangan tak mampu diatasi, semuanya tergantung kepada orang tua bagaiman melarang anak-anak kita untuk tidak melakukan itu.
Alhamdulillah dalam bulan ramadhan tahun ini sudah 8 Masjid saya sampaikan masalah ini, ini adalah kewajiban kita bersama untuk mengingat kepada sesama agar menjaga bulan ramadhan dan berkesan kita yang mengotorinya.
“Anak-anak kalau sudah buka puasa sita kunci motornya dan masukkan dalam lemari, anak anak ini tak berangkat tarawih dan sering ditemukan di jalan, bahkan sering terlihat mereka berduaan bukan muhrimnya.” Katanya sambil mengingatkan jamaah bahwa penyampaian ini dari hati-kehati.
Laporan  :  Sukriwandi