PIFAF 2017

Senin, 06 Juni 2016

KH Muhammad Fausi S Jafar Taha, M.Hum
POLEWALITERKINI.COM – Imam Besar Masjid Agung Syuhada Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. KH Muhammad Fausi S Jafar Taha, M.Hum dalam Kultum singkat pertama ramadhan selepas sholat subuh mengatakan, syarat sah dan wajibnya puasa menurut ilmu Fiqih Islam harus dijaga.
KH Muhammad Fausi S Jafar Taha, M.Hum didepan jamaah subuh menyampaikan bahwa syarat sah yang pertama Al Islam, yang kedua Al Akal, jika ada manusia yang kehilangan akal karena tertidur tidak membatalkan puasa.
Meski ada manusian hilang akal karena selepas sahur tertidur hingga terbangun mendekati buka puasa, namun puasanya tetap sah, tetapi pahala dalam menjalankan ibadah puasa kurang karena tak melaksanakan sholat subuh, dzuhur dan ashar.
Berbeda lanjut dia, jika kehilangan akal karena pingsan, walau sebentar dan tersadar puasanya batal, begitupun bagi penderita penyakit ayan atau epilepsi, mabuk karena minuman atau obat kemudian tertidur dan terbangun pada siang hari dalam keadaan mabuk.
Kehilangan akal karena penyakit GILA tentu mereka tak dimintai pertanggung jawaban dan lepas dari hukuman setelah ramadhan, tak diwajibkan mengganti puasanya dan membayar Fidyah, meski sudah sembuh dari penyakit gila yang dideritanya.
Fidyah ini adalah “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184).
KH Muhammad Fausi S Jafar Taha, M.Hum dalam kultum singkatnya juga menyampaikan kepada seluruh Jamaah semogah tetap sehat dan kuat menjalankan ibadah puasa tahun ini, alasannya, amalan ibadah di bulan suci ramadhan akan bertambah 70 ribu kali lipat pahalanya dari bulan sebelumnya termasuk sholat sunnah diterima wajib oleh ALLAH SWT.
Laporan  :  Sukriwandi