PIFAF 2017

Jumat, 17 Juni 2016

Kondisi Terakhir Abdi Dirantai Keluarganya
Kasi Opsnal Satpol-PP, Andi Amir saat Kunjungi Abdi 
POLEWALITERKINI.COM – Seperti apa kondisi Abdi alias Labbi, pemuda 24 tahun yang dipasung dengan rantai terikat ditangan dan kaki kanangnya oleh pihak keluarga selama 7 bulan.

Kejadian ini terungkap setelah Netizen upload foto dijejaring sosial, tanggapan dari berbagai pihak bermunculan atas perlakuan yang dialaminya, meski belum jelas apa penyebab pihak pemuda ini dipasung selama 7 bulan.

Kunjungan polewaliterkini.com bersama tiga warga setempat. Jumat malam, 17 Juni 2016 jam 23.30 wita. Saat ditemui dia tertidur didalam kelambu beralaskan papan dan bantal usang dengan tangan dan kaki terikat rantai besi sehingga ruang geraknya terbatasi.

Abdi alias Labbi tamat belajar sekolah dasar anak ke 3 dari 5 bersaudara pasangan Almarhum Lamide dan ibunya Nuraeni 50 tahun, hidup dibawah penghasilan rendah dan sebelum dipasung dengan rantai bekerja sebagai buruh toko bangunan di Kelurahan Amassangan, Binuang.

Bapaknya Almarhum Lamide memiliki istri 4 dan ibunya menikah sebanyak 5 kali, Rumah tempat tinggalnya di Dusun Penanian, sekira 1,5 kilo meter dari Kota Desa Batetangnga, Kanang, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ibunya yang menjanda ditinggal mati suami bekerja serabutan, kadang mencari kelapa jatuh dikebun warga, membuat sapu lidi dari daun kelapa, mencari sayuran seperti rebung bambu kemudian dijual kepasar.

Tampak sangat sehat saat ditemui, kata dia, meski 7 bulan lebih namun merasa sudah 10 tahun terpasung dengan rantai ditangan dan kakinya, bahkan berharap kepada keluarga agar dilepaskan agar bisa bekerja mencari uang.

“Saya berharap dilepas untuk mencari uang dan jika memang saya tidak dilepas lebih baik panggil seluruh warga penanian untuk menikam saya semua agar penderitaan saya berakhir sampai disini.” Harap Abdi dengan senyum kepada sepupunya yang mendampingi wartawan.

Hal yang sangat menyedihkan saat meminta kepada omnya sendiri untuk dilepaskan dari pasung rantai, bukannya dibebaskan namun mengaku dianiaya dipukuli dengan cara ditendang.

“Berapakali aku sudah minta, selalu dibola kalau datang lagi saya cakap sama dia,  saya bicara sama dia lepas aku, saya dibola disini ditendang oleh paci atau om, saya tak akan mengulangi perbuatan jika dilepas Insya Allah.” Katanya yang mengaku selama ramadhan terus berpuasa.

Mengaku hanya makan 2 kali, pagi dan malam dan terkadang jika bertengkar mulut dengan pihak keluarganya hanya diberi makan sekali sehari. Untuk makan dan membuang air besar dia melakukannya di lantai papan yang sebelumnya sudah dibocori diatas rumah kayu bagian belakang dimana dia terpasung.

Abdi alias Labbi sudah 2 kali dirawat di Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar, atas permintaan pihak keluarganya, namun setiap dirawat sering meloloskan diri dari rumah sakit dan kembali lagi ke polewali mandar.

Apa Alasan ABDI alias LABBI Dirantai.!

Menurut Sepupu 2 kalinya. Adrawi alias Bapak Ian, pertimbangan pihak keluarga Abdi alias Labbi sehingga dipasung dengan cara dirantai, karena masyarakat takut akan mengulangi perbuatannya jika dilepas.

Terkadang berlaku kasar kepada anak dilingkungannya, memasuki rumah orang lain tanpa permisi terlebih dahulu, ia juga selalu memanjat rumah orang lain, dan rata-rata kamar perempuan, hal ini menjadi pertimbangan.

“Itu terkadang merusak dirumahnya kalau lagi marah, apalagi ada 2 saudara perempuannya yang selama ini memberikan makan juga takut jika dilepaskan rantainya.” Kata Adrawi.

Laporan : Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net