PIFAF 2017

Senin, 06 Juni 2016

Kasat Reskrim AKP Jeifson Sitorus dan KBO Reskrim,
IPDA Mustakim, S.H lakukan Interogasi Saat Reka Ulang
Reka Ulang Dilakukan DI Ruangan ATM BNI Polewali
Tempat Penyimpanan Uang Mesin ATM Diperiksa
Kasat Reskrim AKP Jeifson Sitorus, S.H dan
Kanit Tipikor Reskrim. IPDA Budi Adi, S.H
POLEWALITERKINI.COM – Satuan Reskrim Kepolisian Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dipimpin langsung Kasat Reskrim. AKP Jeifson Sitorus, S.H melakukan REKA ULANG kurang lebih 2 jam dari  pukul 15.30 wita atas kasus pembobolan dana dalam Kaset atau penyimpanan uang di dalam mesin ATM milik Bank BNI Polman dilakukan oleh petugas Satpam.
Kasat Reskrim Polres Polman. AKP Jeifson Sitorus. Senin, 6 Juni 2016, mengatakan, ada 13 adengan dalam reka ulang yang dilakukan penyidik Kepolisian Polres Polman, petugas sementara melakukan pengembangan dan mencocokan keterangan pelaku dengan fakta dilapangan.
“Ini ada 13 adengan, ini kita masih lakukan pengembangan, kita mau mencocokan keterangan tersangka dengan fakta-fakta yang kita rekonkan tadi, apa sesuai atau ada dugaan-dugaan kebohongan, nanti kita lakukan penyelidikan.” Kata AKP Jeifson Sitorus, S.H kepada Wartawan selepas reka ulang dilakukan. Senin, 6 Juni 2016.
Untuk sementara kecurigaan pihak penyidik Kepolisian tentang adanya orang lain yang membantu pelaku belum ditemukan, namun petugas tetap akan melakukan pendalaman hingga kasus ini terang dan terungkap secara keseluruhan.
“Terkait dimungkinkan adanya tambahan tersangka, Jeifson katakan, untuk sementara kecurigaan kesana belum kita temukan, tapi kita tetap akan dalami.” Ujar Alumni Akpol tiga balok ini.
Polisi sementara akan menjerat pelaku dengan Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian Jo Pasal 64 KUHP Tentang perbuatan berlanjut.
Alasan Polisi menjerat sementara dengan Pasal ini karena dia melakukan kejahatan itu secara berulang, dan sementara kerugian pihak Bank berdasarkan Audit internal sementara sekira Rp. 1,4 Miliar. Meski demikian pihak Kepolisian akan menghadirkan tim Audit dari luar.
Laporan  :  Sukriwandi