PIFAF 2017

Sabtu, 11 Juni 2016

Pelaku Begal inisial U di Depan Kasat Reskrim
Polres Polman. AKP Jeifson Sitorus, S.H
Dua Kendaraan Disita Dipinrang Dalam Kasus Curanmor
POLEWALITERKINI.COM – Akhirnya kelompok begal di bekuk pihak Reskrim Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang melibatkan anak dibawah umur dan masih duduk dibangku salah satu SMP ternama di kelurahan Lantora.
Kasat Reskrim Polres Polman. AKP Jeifson Sitorus, S.H mengatakan, Tersangka anak dibawah umur ini inisial U (15), adalah pelaku dari 2 tersangka lainnya yakni Isra ditangani Polsek Polewali dan 1 kali Faisal yang sudah berada di Lapas dalam kasus membawa badik.
“Kepolisian mendapat laporan ini sejak April 2016 lalu, dan berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan petugas berhasil mengamankan, namun saat itu belum dapat dibuktikan, dari ke 3 pelaku salah satunya sudah diproses dengan Undang-undang Darurat krena membawa Badik dan sekarang sudah ada di Lapas.”Kata Jeifson.
Modus operandi yang dilakukan pelaku, mereka menunggu korbannya lewat, saat melihat orang yang akan lengah atau perempuan yang tidak bisa melindungi dirinya, diikuti dari belakang kemudian dipukuli dengan balok kayu, saat lemah harta bendanya disikat.

Untuk pelaku inisial U lokasi Begal dilakukan sementara di jalan baru RA Kartini seputar Gereja, namun kaitannya dengan 2 temannya yang lain ada beberapa TKP, termasuk curanmor untuk 14 titik dan sudah mengamankan 2 kendaraan bermotor dan tersisa 7 kendaraan lain di Kabupaten Pinrang.
“Kalau ini inisial U dia ikut di jalan baru, kaitan 2 temannya yang lain itu ada 14 TKP termasuk Curanmor, semua sudah diamankan, 2 unit kendaraan bermotor termasuk 7 kendaraan yang masih berada di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Satatan.”
Polisi masih menduga pelaku inisial U melakukan kejahatan karena keinginan sendiri dan belum masuk sindikat, mereka hanya mencari keuntungan yang dilatarbelakangi kemungkinan masalah kehidupan yang sulit, untuk mendapatkan uang dengan usaha yang salah.
Tersangka dibawah umur inisial U akan diproses dengan mengacu pada Undang-undang perlindungan Anak, masa penahanannya 7 ditambah 8 menjadi 15 hari dan dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Polewali.
Polisi bakal menjerat pelaku dengan Pasal 365 (1), (2), pencurian dengan kekerasan dengan ancaman kurungan penjara 12 tahun.
Laporan  :  Sukriwandi