SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Top 10 Google Trends

Nenek Hapasa, Warga Pulau Battoa Bersama Salah Satu
Legislator Polman dan Wartawan
Anggota Komisi IV DPRD Polman, Abubakar Kadir
Sambangi Nenek Hapasa Warga Pulau Battoa
POLEWALITERKINI.NET – Dari kehidupan Rukiah dan Kallo di Dusun Pakkandoang, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Berita kembali beredar di Facebook terkait Nenek Lansia hidup sebatang kara dan bekerja menjual Cokka-cokka keliling.

Tergolong berpenghasilan rendah warga Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar ini bertahan hidup dari hasil menjual kerang laut (Cokka-cokka) keliling disekitar perkampungan di Desa dan Kota Polewali dengan berjalan kaki.   

Seperti biasanya selepas beraktivitas Nenek Lansia ini kembali ke gubuk reot miliknya yang berukuran 2×3 beratapkan daun Nipa berdinding daun kelapa. Ditempat itu Nenek ini menjalani hari-harinya dengan kehidupan yang serba kekurangan.

Hapasa (62) Nenek paruh baya hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal dunia 89 hari lalu. Dia mengaku untuk menyambung hidup setiap harinya harus berjualan kerang (Cokka-cokka) keliling di daerah sekitar Polewali dengan jalan kaki sambil memikul barang jualannya.

Cerita Nenek Hapsa akhirnya terdengar anggota DPRD Polewali Mandar. Abubakar Kadir melalui Jejaring sosial Facebook (FB). Salah satu teman FB-nya membagikan foto kehidupan Nenek Hapsa warga Pulau Battoa. Senin (20/03/2017).

"Saya prihatin dengan kondisi yang menimpah Nenek Hapasa, usia  senja masih harus bekerja keras untuk bertahan hidup. Kedatangan saya kesini (Kediaman Nenek Hapasa) sekedar memberi bantuan alakadarnya tidak ada maksud lain. Semoga teman-teman anggota DPRD dan Pemda Polman juga bisa menyalurkan bantuan juga." Kata Abubakar Kadir.

Terkait Nenek Hapasa, tentu sebagai anggota Komisi IV DPRD Polewali Mandar akan melakukan upaya dengan mengusulkan kepada Pemkab Polman untuk melakukan pendataan dan jika memenuhi syarat bisa dilakukan bedah rumah agar layak huni.

Langkah lain lanjut Abubakar Kadir, dirinya akan mencoba mencari donotur untuk membantu meringankan beban Nenek Hapasa. Bantuan para dermawan nantinya tentu bisa merubah, meringankan beban dan menikmati sisa hidupnya.

"Saya akan hubungi beberapa orang dermawan agar bisa menyalurkan bantuan ke Nenek Hapasa, termasuk teman-teman​ saya di DPRD Polman," ujar Abubakar Kadir.

Dalam kesempatan itu air mata Nenek Hapasa berlinang mengucapkan terimakasih dan bersyukur kepala Allah SWT atas bantuan yang dia terima dari anggota dewan.

"Saya memang orang miskin yang hanya berjualan kerang keliling dan almarhum suami (Tanda) hanya petani penggarap. Tetapi sejak suami saya meninggal saya menjadi tulang punggung keluarga. Ada ji anakku tetapi saya tidak mau merepotkan mereka, karena mereka juga tergolong miskin." Kata Nenek Hapasa.

Sementara Kepala Desa Tonyaman. Nursan membenarkan keadaan Nenek Hapasa yang berada dibawah garis kemiskinan. Dia juga menyatakan Nenek Hapasa juga termasuk penerima raskin di wilayah Desanya.

"Nenek Hapasa hanya menerima raskin, sedangkan bantuan lain tidak ada. Di Tonyaman banyak yang terdata warga miskin yang sama dengan kasus Nenek Hapasa, kalau tidak salah hitung 30 orang." Ungkap Nursan.

Laporan  :  Erwin Setiawan

Editor      :  Sukriwandi

1 comment:

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...